Beredar Draf RUU Pemilu, Wakil Ketua Komisi II: Belum Final

Warga mencoblos surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 April 2019. Pemungutan suara ulang dilakukan karena ada 4 orang yang tidak memenuhi syarat, ikut mencoblos di TPS ini, pada pemilu 17 April lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengatakan draf RUU Pemilu per 6 Mei yang beredar di publik belum menjadi dokumen yang final.

“Yang finalnya nanti. Kita masih memberi kesempatan pada fraksi untuk memberikan sikap resmi,” kata Saan dalam telekonferensi, Ahad, 7 Juni 2020.

Saan mengatakan, Komisi II saat ini sedang menyiapkan naskah akademik dan sudah beberapa kali bertemu dengan Badan Keahlian DPR (BKD) untuk menyusun draf RUU Pemilu.

Dalam pertemuan terakhir pada 6 Mei lalu, Saan mengatakan Komisi II dan BKD sepakat melanjutkan dan meminta pendapat setiap fraksi secara tertulis.

Pendapat tersebut paling lambat dikirim ke Komisi II pada Senin, 8 Juni 2020. “Itu yang akan jadi draf resmi yang dikirim Komisi II ke Baleg untuk diharmonisasi,” katanya.

Mengenai polemik parliamentary threshold menjadi 7 persen dan sistem pemilu proporsional tertutup atau terbuka di RUU Pemilu yang beredar, Saan mengatakan bahwa bisa saja nantinya akan ada banyak alternatif di draf yang final. “Karena sikap di fraksi sangat berbeda.”

 






Italia Gelar Pemilu, Partai Sayap Kanan Anti-Imigran Diprediksi Menang

4 hari lalu

Italia Gelar Pemilu, Partai Sayap Kanan Anti-Imigran Diprediksi Menang

Partai Brothers of Italy, yang dipimpin oleh pendukung pemimpin fasis Italia Mussolini, Giorgia Meloni, memimpin jajak pendapat


Jubir Demokrat Minta Hasto PDIP Berhenti Sebut Pemilu 2009 Curang

7 hari lalu

Jubir Demokrat Minta Hasto PDIP Berhenti Sebut Pemilu 2009 Curang

Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut tidak ada kecurangan vertikal pada Pemilu 2009.


Gerindra Ungkap Upaya Jegal Prabowo di Pilpres 2024

9 hari lalu

Gerindra Ungkap Upaya Jegal Prabowo di Pilpres 2024

Baliho ini, kata dia, membuat rating atau elektabilitas Prabowo menurun. Tersebar di daerah kantong-kantong pendukung Prabowo.


Relawan Anies Baswedan Bentuk Program Saksi Demokrasi dan Pendidikan Bernegara

9 hari lalu

Relawan Anies Baswedan Bentuk Program Saksi Demokrasi dan Pendidikan Bernegara

Menghadapi Pemilu 2024, Jati mengatakan relawan Anies Baswedan SKI bakal melakukan rekruitmen bagi masyarakat untuk menjadi Saksi Demokrasi.


Jair Bolsonaro Kampanye di Sela Acara Pemakaman Ratu Elizabeth II

10 hari lalu

Jair Bolsonaro Kampanye di Sela Acara Pemakaman Ratu Elizabeth II

Jair Bolsonaro mengubah perjalanannya ke London untuk pemakaman Ratu Elizabeth II menjadi acara kampanye pemilu


Soal Capres dari KKIR Jika PDIP Bergabung, Muhaimin Iskandar: Tergantung Saya dan Pak Prabowo

15 hari lalu

Soal Capres dari KKIR Jika PDIP Bergabung, Muhaimin Iskandar: Tergantung Saya dan Pak Prabowo

Muhaimin Iskandar menyatakan dirinya dan Prabowo Subianto akan tetap menjadi penentu siapa calon presiden yang akan mereka usung.


Anak Buah Anies Baswedan Bantah Prasetyo Edi Soal Larangan Buat Kebijakan Strategis

16 hari lalu

Anak Buah Anies Baswedan Bantah Prasetyo Edi Soal Larangan Buat Kebijakan Strategis

Yayan Yuhana mengatakan Anies Baswedan tetap bisa menentukan kebijakan jelang berakhirnya masa jabatan pada 16 Oktober 2022.


Bawaslu Kabupaten Bekasi Buka Pendaftaran Anggota Pengawas Kecamatan

20 hari lalu

Bawaslu Kabupaten Bekasi Buka Pendaftaran Anggota Pengawas Kecamatan

Bawaslu Kabupaten Bekasi membuka pendaftaran anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) yang akan bertugas pada Pemilu 2024.


Safari Politik, Cara Meningkatkan Citra Tokoh maupun Partai

23 hari lalu

Safari Politik, Cara Meningkatkan Citra Tokoh maupun Partai

Safari politik kunjungan dengan tujuan bermuatan kepentingan politis


Aung San Suu Kyi Kembali Divonis Penjara, Kini Soal Kecurangan Pemilu

27 hari lalu

Aung San Suu Kyi Kembali Divonis Penjara, Kini Soal Kecurangan Pemilu

Aung San Suu Kyi dinyatakan bersalah atas kecurangan pemilu dan divonis tiga tahun penjara dengan kerja paksa