Begini Peta Usulan Parliamentary Threshold RUU Pemilu di DPR

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi DPR. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ilustrasi DPR. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi II (Bidang Politik) DPR Saan Mustopa mengungkapkan dinamika sikap politik fraksi-fraksi di DPR mengenai parliamentary threshold alias ambang batas perolehan suara partai untuk masuk DPR.

    Politikus Partai NasDem itu mengatakan ada dua fraksi yang ingin parliamentary threshold berubah dari 4 persen menjadi 7 persen untuk Pemilu 2024.

    “Jadi yang ingin 7 persen itu NasDem dan Golkar. Ini gambaran saja, bukan resmi, masih dinamika Komisi II," ucapnya dalam telekonferensi hari ini, Minggu, 7 Juni 2020.

    Usulan perubahan ambang batas parlemen tercantum dalam draf RUU Pemilu yang beredar pada 6 Mei 2020. Saan memastikan draf tersebut bukanlah yang resmi, Komisi II masih menyiapkan naskah akademik RUU Pemilu.

    Menurut Saan Mustofa usulan lain adalah parliamentary threshold 5 persen untuk DPR, 4 persen untuk DPRD provinsi, dan 0 persen untuk DPRD kabupaten/kota.

    "Alternatif itu didukung oleh Fraksi PDI Perjuangan."

    Alternatif ketiga adalah 4 persen untuk DPR, 3 persen untuk DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

    Alternatif ketiga tersebut didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    “Range usulan parliamentary threshold 4-7 persen. Tentu nanti ketika pembahasan ada dinamika dan ada titik temunya,” kata Saan Mustofa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.