3 Skenario Budiman Sudjatmiko Atasi Covid-19: Piramid-Leviathan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dan Ketua Inovator 4.0 yang juga anggota DPR RI, Budiman Sudjatmiko, dalam sebuah sebuah forum diskusi

    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dan Ketua Inovator 4.0 yang juga anggota DPR RI, Budiman Sudjatmiko, dalam sebuah sebuah forum diskusi "Big Question : Society and The City 4.0".

    Jakarta-Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko mengatakan ada tiga skenario yang dapat digunakan pemerintah untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi pandemi Covid-19. Ketiga skenario itu berturut-turut disebutnya sebagai skenario piramid, leviathan, desa dan komunitas.

    Dengan skenario pertama, kata Budiman, pemerintah mengkonsentrasikan kekuasaan untuk mendorong industri menengah ke atas. Misalnya ialah mem-bailout perusahaan besar dengan dalih menyelamatkan ekonomi makro dan menciptakan lapangan pekerjaan. "Saya tidak merekomendasikan negara mengambil posisi skenario piramid ini," kata Budiman dalam diskusi virtual, Jumat, 15 Mei 2020.

    Menurut Budiman, skenario ini akan menimbulkan keresahan dan kemarahan sosial. Pemerintah akan dianggap tidak demokratis dan hanya menguntungkan segelintir pihak.

    Budiman juga mengatakan penciptaan lapangan pekerjaan tak bisa serta merta terjadi dengan adanya penyehatan usaha kelas menengah ke atas. Ia berujar ada gap waktu yang bisa terjadi beberapa bulan atau beberapa tahun hingga tenaga kerja benar-benar terserap.

    "Ada gap waktu dan ini bisa diisi oleh berbagai hal yang mengganggu keamanan dan keresahan sosial karena negara dianggap tidak demokratis," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

    Skenario kedua disebutnya sebagai skenario leviathan. Dalam skenario ini, negara mengkonsentrasikan kekuatan, tapi untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial. Misalnya penggunaan keuangan negara untuk bantuan langsung tunai, vaksin massal, dan pendanaan pekerjaan yang sifatnya melibatkan komunitas.

    Budiman mencontohkan, negara bisa melakukan nasionalisasi industri kunci untuk pemenuhan kebutuhan dasar dalam negeri, memanfaatkan resesi ekonomi untuk transformasi ekonomi dan mendorong munculnya pengusaha baru, hingga mendorong masyarakat memunculkan solusi-solusi lokal dengan dukungan pemerintah. "Skenario kedua mungkin keresahan di masyarakat menengah ke atas," kata dia.

    Adapun di skenario ketiga, lanjut Budiman, negara melonggarkan kontrol dan menyerahkan desa serta komunitas untuk mencari solusi sendiri. Negara tetap ada, misalnya dengan menjamin keberlangsungan dana desa.

    Menurut Budiman, desa malah bisa menjadi penyelamat dari pandemi ini karena kedekatan mereka dengan sumber daya alam dan pasokan pangan. Mereka juga relatif bisa melaksanakan perjarakan sosial karena geografis yang lebih luas ketimbang di kota. "Ini persis yang terjadi di krisis ekonomi 97. Ketika banyak yang terhantam melemahnya rupiah, banyak daerah di pedesaan justru bertahan," ucap dia.

    Budiman pun merekomendasikan pemerintah menggunakan skenario ketiga atau kedua. Ia meminta agar negara tak memilih opsi pertama, yakni memprioritaskan pengusaha-pengusaha besar semata. "Bagaimana janji masyarakat kerja, pabrik pasti tidak berpikir untuk merekrut lagi, mungkin malah terdorong robotisasi. Pasti ini akan menimbulkan kerusuhan, perpecahan, konflik, dan amarah yang lebih besar lagi," kata Budiman.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.