Mundur dari Stafsus, Andi Taufan Ingin Fokus Pemberdayaan UMKM

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi (32 tahun) merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha. Ia dikenal bergerak di dunia entrepreneur dan banyak meraih penghargaan atas inovasinya, termasuk atas kepeduliannya, terhadap sektor-sektor UMKM. Blog.amartha.com

    Andi (32 tahun) merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha. Ia dikenal bergerak di dunia entrepreneur dan banyak meraih penghargaan atas inovasinya, termasuk atas kepeduliannya, terhadap sektor-sektor UMKM. Blog.amartha.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Andi Taufan Garuda Putra memutuskan mundur dari posisinya sebagai staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat, 24 April 2020.

    Dalam surat perpisahan yang ia buat, Andi mengatakan pengunduran dirinya sebenarnya sudah diajukan sejak 17 April 2020 lalu. Artinya, berbarengan dengan pengajuan pengunduran diri stafsus, Adamas Belva Devara.

    Melalui surat tersebut, Andi mengatakan pengunduran diri ini dilandasi keinginan untuk mengabdi kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil," kata Andi pada Jumat, 24 April 2020.

    Andi berterima kasih kepada Presiden karena telah diberi kepercayaan dan pelajaran selama menjadi stafsus.

    "Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan sendiri bagaimana Beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa depan Indonesia," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.