Wamendes Sebut Amartha Tak Gabung Relawan Desa Lawan Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi (32 tahun) merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha. Ia dikenal bergerak di dunia entrepreneur dan banyak meraih penghargaan atas inovasinya, termasuk atas kepeduliannya, terhadap sektor-sektor UMKM. Blog.amartha.com

    Andi (32 tahun) merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha. Ia dikenal bergerak di dunia entrepreneur dan banyak meraih penghargaan atas inovasinya, termasuk atas kepeduliannya, terhadap sektor-sektor UMKM. Blog.amartha.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, mengaku tak tahu bagaimana kelanjutan peran PT Amartha Mikro Fintek dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19.

    Budi mengatakan tak ada kontak apa pun antara kementeriannya dan Amartha. "Kami tidak ada kontak apa pun, sehingga tidak tahu mekanisme kerja samanya lebih lanjut. Surat juga sudah ditarik oleh yang bersangkutan," kata Budi kepada Tempo, Rabu malam, 15 April 2020.

    Keterlibatan Amartha dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19 awalnya terungkap dari surat yang dikirimkan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra. Namun surat Taufan itu menggunakan kop Garuda milik Sekretariat Kabinet dan menulis atribusinya sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi.

    Dalam surat yang tertuju kepada para camat se-Indonesia itu, Taufan meminta dukungan untuk Amartha dalam menjalankan program Relawan Desa Lawan Covid-19. Belakangan, ia meminta maaf karena menimbulkan kegaduhan dan menarik suratnya.

    Taufan mengatakan Amartha ingin terlibat atas dasar kemanusiaan. Program itu juga diklaim tak menggunakan anggaran negara.

    Budi Arie menuturkan Amartha tak tergabung dalam Relawan Desa Lawan Covid-19. Menurut dia, setiap pihak yang ingin bekerja sama harus mengajukan serta menandatangani MoU dengan Kementerian Desa.

    "Kami memiliki SOP terkait dengan kerja sama. Harus ada pembahasan yang harus dituangkan dalam MoU dan tidak ada atau belum ada pembicaraan, meski pendahuluan," kata Budi.

    Adapun pihak luar yang ingin menjadi Relawan Desa Lawan Covid-19 itu harus meminta izin kepala desa untuk masuk desa. "Kalau mau masuk desa tentunya kan izin Kades karena dia sebagai ketua relawan," kata Budi.

    Dalam struktur Relawan Desa Lawan Covid-19, kepala desa berperan sebagai ketua. Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa.

    Tempo berusaha menghubungi Andi Taufan untuk menanyakan kelanjutan keterlibatan Amartha dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19 ini, tetapi belum direspons.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.