PBNU Gelar Doa Bersama Lawan Corona Lewat Dunia Maya

Reporter

Gambar tangkapan layar video yang diunggah kanal NU Channel di YouTube yang memperlihatkan Ketua PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan keynote speech dalam acara bedah buku "Islam Indonesia dan China, Pergumulan Santri Indonesia di Tiongkok".

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) akan menggelar 'Doa Bersama dan Pertaubatan Global Bersatu Melawan Corona'. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2020 pukul 19.30 WIB akan dilakukan secara serentak melalui melalui zoom conference.

"Acara dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj," ujar Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2020.

Doa bersama adalah ikhtiar batin untuk mengetuk pintu langit dan memohon kepada Allah agar musibah virus Corona yang sedang melanda dunia segera diangkat. Ia menyebut ikhtiar batin penting dilakukan di samping usaha-usaha dan ikhtiar lahiriah.

Pada acara ini PBNU juga secara khusus mendoakan para tenaga medis dan relawan yang gugur berjuang melawan virus Corona. "Kami berharap semoga dengan dimunajatkannya doa-doa, salawat thibbil qulub, syair Li-khomsatun, dan juga amalan-amalan dari para kiai leluhur kita, wabah Corona segera berlalu dan kita bisa melewatinya dengan keadaan selamat," kata Helmy.

Acara doa bersama ini rencananya diikuti Pengurus Wilayah seluruh Indonesia dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia. Helmy mengatakan sebanyak 36 PCINU akan ikut melalui sambungan langsung via Zoom Conference.

Acara ini juga akan diikuti secara serempak oleh warga NU di seluruh penjuru tanah air via siaran langsung melalui kanal-kanal resmi PBNU, seperti Instagram resmi Nahdlatul Ulama, NU Channel, 164 Channel dan TV Sembilan.






Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

14 jam lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

21 jam lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

6 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

9 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

13 hari lalu

KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

KPK kembali memeriksa saksi untuk tersangka kasus korupsi pengalihan IUP di Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H Maming.


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

14 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.


Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

14 hari lalu

Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

PKB Jawa Timur akan memanggil Anang Ahmad Syaifuddin yang meletakkan jabatannya setelah viral video ia tak lancar saat melafalkan Pancasila.


Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

16 hari lalu

Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

Kim Jong Un akan memulai vaksinasi Covid-19 di Korea Utara. Dia khawatir jumlah kasus Corona naik karena musim dingin.


PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

17 hari lalu

PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

PBNU memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM.


Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

18 hari lalu

Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

Said Aqil Siradj terkejut dengan semakin banyaknya para Jenderal Polisi yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.