Jubir Jokowi: Tak Ada Larangan Resmi Mudik, Tapi Berstatus ODP

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintasi Tol Bekasi arah Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 9 Juni 2019. Diperkirakan puncak arus balik mudik Lebaran 2019 terjadi pada hari ini. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kendaraan melintasi Tol Bekasi arah Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 9 Juni 2019. Diperkirakan puncak arus balik mudik Lebaran 2019 terjadi pada hari ini. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman mengatakan bahwa presiden menegaskan tidak ada larangan resmi untuk mudik lebaran atau Idul Fitri 2020 M/1441 H.

    Namun, pemudik wajib isolasi mandiri selama 14 hari dan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sesuai protokol kesehatan (WHO) yang diawasi oleh pemerintah daerah masing-masing.

    Kebijakan Pemerintah tersebut, kata Fadjroel, selaras dengan Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

    "Namun, pemerintah pusat tetap akan menggencarkan kampanye secara besar-besaran untuk tidak mudik agar bisa menahan laju persebaran virus korona atau Covid-19. Kampanye ini melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan publik figur," ujar Fadjroel lewat keterangan tertulis pada Kamis, 2 April 2020.

    Selain itu, kata Fadjroel, presiden juga mengingatkan pemerintah daerah tujuan untuk membuat kebijakan khusus terkait para pemudik ini sesuai protokol kesehatan WHO dengan sangat ketat.

    "Mengutip data Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada tahun 2019 lalu pemudik yang pulang ke Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lain, berjumlah 20.118.531 orang," ujar Fadjroel.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.