Tiga Pasien Positif Corona Meninggal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan 3 pasien positif Corona kembali meninggal. Mereka merupakan bagian dari penambahan total 35 kasus positif menjadi total 69 orang.

    "Pertama kita identifkasi kasus 35 perempuan 57 tahun masuk rumah sakit menggunakan ventilator. Belum dilakukan pemeriksaan COVID-19. Perburukan menjadi cepat. Hari itu iuga meninggal," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Maret 2020.

    Menurutnya, kemudian diketahui dari hasil pemeriksaan spesimennya ternyata positif. Ia mengatakan telah berkordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk segera melakukan tracing terhadap pasien terkait.

    Selanjutnya adalah Pasien 36, yang merupakan perempuan berumur 37 tahun. Ia masuk rumah sakit bersama dengan kondisi Pasien 35 yang menggunakan ventilator.

    "Mengalami perburukan dengan cepat kemudian meninggal. Setelah pemeriksaan spesimen, ternyata positif. Langsung tracing. Kmai6maish menunggu haisl kontak tracing," Kata Yurianto.

    Kedua pasien ini diketahui dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

    Ketiga, adalah pasien nomor 50 yang merupakan laki laki 59 tahun. Sama dengan pasien 35 dan 36, ia disebut Yurianto mengalami perburukan cepat dari kemarin dan kemudian meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.