Pasien Isolasi Corona di RS Kariadi Meninggal karena Flu Babi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswi menggunakan masker saat pelajaran matematika di sekolah Yuri Gagarin di Divnogorsk, Siberia, Rusia, 4 Februaryi 2016. Menurut media lokal wabah flu babi telah menewaskan setidaknya 100 orang. REUTERS/Ilya Naymushin

    Sejumlah siswi menggunakan masker saat pelajaran matematika di sekolah Yuri Gagarin di Divnogorsk, Siberia, Rusia, 4 Februaryi 2016. Menurut media lokal wabah flu babi telah menewaskan setidaknya 100 orang. REUTERS/Ilya Naymushin

    TEMPO.CO, Semarang - Pasien isolasi di RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, yang diduga terjangkit virus Corona akhirnya meninggal lantaran terpapar virus H1N1 atau flu babi.

    Temuan tersebut hasil pemeriksaan laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan yang diterbitkan pada Rabu malam lalu, 26 Februari 2020.

     “Dari hasil pemeriksaan penyebabnya (kematian) virus H1N1,” kata anggota tim medis RSUP Kariadi  Jariadi yang menangani pasien itu, Fathur Nurcholis, hari ini, Kamis, 27 Februari 2020.

    Pasien pria berusia 37 tahun yang identitasnya masih dirahasiakan tersebut dalam pengawasan karena diduga terkena virus Corona.

    Dia meninggal setelah menjalani perawatan di ruang isolasi Intensive Care Unit ( RSUP Kariadi sejak Ahad, 23 Februari 2020.

    Jasadnya diperlakukan sesuai prosedur penderita penyakit emerging mulai pemulasaran hingga pemakaman tak lama setelah meninggal.

    Akibat virus influenza tipe A yang juga dikenal dengan flu babi itu pasien menderita penyakit bronkopneumonia. 

    Fathur menduga pasien tertular virus H1N1 ketika berkunjung ke Spanyol. Dia baru kembali dari Spanyol setelah transit di Uni Emirat Arab pada Senin, 10 Februari 2020.

    Setibanya di Indonesia dia menderita gangguan saluran pernapasan dan mulai dirawat di RSUP dr Kariadi pada Rabu, 19 Februari 2020.

    Virus flu babi pernah mewabah pada 2009 sampai 2010 dan kini muncul kembali. “Virus ini masa pandeminya sudah lewat sehingga tidak perlu terlalu paranoid dan takut."

    Menurut Fathur, manusia telah memiliki banyak kekebalan terhadap virus H1N1. Virus ini dapat menular melalui transmisi udara, namun H1N1 bukan virus yang mematikan.

    ”Virus itu bisa dihalau dengan daya tahan tubuh.”

    Adapun Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-emerging RSUP Kariadi, Muchlis Achsan Udji Sofro, meminta masyarakat tak menstigma keluarga yang ditinggalkan oleh pasien yang tekena flu babi.

    Dia menyatakan Pemakaman menggunakan standar penyakit emerging karena ketika itu hasil pemeriksaan dari Litbangkes belum keluar. Selang sehari hasil pemeriksaan itu terbit dan hasilnya negatif.

    Dalam penanganan di rumah sakit hingga pemakaman petugas dilengkapi alat pengamanan diri. “Termasuk keluarga yang sempat kontak dengan pasien."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.