Pasien Suspek Virus Corona di Batam Meninggal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Batam - Seorang warga negara asing suspek virus corona di Batam meninggal dunia. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pasien itu meninggal bukan karena virus corona, tetapi penyakit lain.

    "Pasien tersebut negatif menderita corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, kepada Tempo, Rabu, 26 Februari 2020.

    Tjetjep menjelaskan, pasien berinisial ALS (61 tahun) itu awalnya diduga terinfeksi virus corona di RSBP Batam. Namun, pada tanggal 22 Februari 2020 pasien meninggal dunia di RSBP.

    Pihak rumah sakit mengambil sampel swap pasien itu untuk dicek positif atau negatif virus corona. "Tanggal 24 Februari 2020 hasilnya keluar, ALS negatif corona. Artinya pasien bukan meninggal karena corona," kata dia.

    Tjetjep melanjutkan, gejala virus corona ini mirip dengan penyakit lain, seperti TBC, pneumonia, asma dan lainnya. "Gejalanya sama demam, sesak nafas, asma juga seperti itu, makanya perlu pemeriksaan labor di Kemenkes" ujarnya.

    Tjetjep mengatakan, jenazah pasien sempat ditahan di rumah sakit karena menunggu hasil lab. "Kremasi pasien virus corona kan beda dengan jenazah biasa, jadi prosedurnya memang tunggu hasil lab terlebih dulu," katanya.

    Ia sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar segera dilakukan proses selanjutnya terhadap jenazah. Tjetjep menjelaskan beberapa kasus suspek corona memang terjadi di Batam, tetapi semuanya negatif. "Alhamdulillah ini berkat doa kita bersama," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara