Istana Minta Publik Terbuka Terima WNI yang Dikarantina di Natuna

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video saat sebagian WNI yang dievakuasi dari Wuhan, memberi salam di hari pertama masa karantina di  Lanud Raden Sadjad, Kepualauan Natuna dalam video yang diunggah pada Senin, 3 Februari 2020. Dalam video ini mereka dinyatakan dalam kondisi sehat. Twitter/@Kemenkes

    Cuplikan video saat sebagian WNI yang dievakuasi dari Wuhan, memberi salam di hari pertama masa karantina di Lanud Raden Sadjad, Kepualauan Natuna dalam video yang diunggah pada Senin, 3 Februari 2020. Dalam video ini mereka dinyatakan dalam kondisi sehat. Twitter/@Kemenkes

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua ratusan WNI yang dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau, akan pulang ke kampung halaman masing-masing pada hari ini, Sabtu, 15 Februari 2020. Para WNI ini dievakuasi dari Cina pada Sabtu, 2 Februari 2020 untuk menghindari wabah virus corona.

    "Mari masyarakat semua dengan hati dan tangan terbuka menyambut kembali kehadiran saudara atau saudari kita yang kembali ke kehidupan bersama. Kegotongroyongan ini merupakan modal sosial bersama menghadapi masa-masa sulit ini, dan semoga wabah virus Corona segera berakhir" kata juru bicara Istana, Fadjroel Rachman, Sabtu, 15 Februari 2020

    Fadjroel mengatakan, pemerintah sudah menjamin bahwa semua WNI yang dievakuasi dari Cina  ini dalam keadaan sehat. Mereka juga sudah menjalani program transit observasi di Natuna sesuai dengan protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Presiden juga menghimbau untuk menerima mereka semua dengan tulus-ikhlas dan meyakini bahwa semuanya sudah menjalani program transit observasi sesuai protokol WHO yang menjamin mereka semua sehat wal afiat," ujar Fadjroel.

    Setelah dipulangkan, kata Fadjroel, proses pemantauan pun tetap akan dilakukan setelah mereka kembali ke daerah masing-masing. 285 orang yang akan pulang tersebut terdiri atas 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami dari WNI), 5 anggota tim pendahulu KBRI Beijing, dan 42 orang dari tim penjemput termasuk kru pesawat dan petugas kesehatan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.