KPK Percaya Imigrasi soal Keberadaan Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan saat keluar gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan pada Jumat dini hari, 10 Januari 2020. Wahyu resmi ditahan setelah terjaring OTT KPK terkait dugaan korupsi dengan menerima hadiah atau janji terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan saat keluar gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan pada Jumat dini hari, 10 Januari 2020. Wahyu resmi ditahan setelah terjaring OTT KPK terkait dugaan korupsi dengan menerima hadiah atau janji terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan percaya dengan pernyataan Direktorat Jenderal Imigrasi bahwa caleg PDIP Harun Masiku masih di luar negeri.

    "Sampai hari ini kami meyakini dan percaya," kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Ali berkata koordinasi dan komunikasi antar lembaga perlu dibangun. KPK, kata dia, tidak akan memaksa atau memberikan klarifikasi soal keberadaan tersangka penyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan itu.

    "Kami tak akan memaksa atau memberikan klarifikasi lebih jauh bahwa ini apakah di dalam atau di luar negeri," kata dia.

    Harun ditetapkan menjadi tersangka karena diduga menyuap Wahyu Rp 900 juta untuk memuluskan jalannya menjadi anggota DPR lewat pergantian antarwaktu. Dalam operasi tangkap tangan 8 Januari 2020, Harun tidak tertangkap.

    Imigrasi menyatakan Harun pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020 dan belum kembali ke tanah air. Namun, sumber di KPK menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 atau sehari sebelum KPK melancarkan OTT. Tim penyelidik bahkan sempat membuntuti Harun saat diduga tengah menuju Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, di Jakarta Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.