TNI Usir 30 Kapal Asing dari ZEE Perairan Natuna

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AL di atas KRI Tjiptadi-381 saat mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Jumat, 3 Januari 2020. Operasi ini menyusul klaim sepihak Cina atas teritorial di bagian laut Natuna yang disebut Nine Dash Line.  ANTARA/M Risyal Hidayat

    Prajurit TNI AL di atas KRI Tjiptadi-381 saat mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Jumat, 3 Januari 2020. Operasi ini menyusul klaim sepihak Cina atas teritorial di bagian laut Natuna yang disebut Nine Dash Line. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) mengusir 30 kapal asing dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau. 

    Keberadaan 30 kapal asing itu diketahui ketika Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudho Margono memantau lewat udara 

    "Pemantauan menggunakan pesawat Intai Maritim Boeing 737 AI-7301 TNI AU dari Skadron 5 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulis pada Jumat, 10 Januari 2020. 

    Menindaklanjuti hasil pantauan tersebut Pangkogabwilhan I, memerintahkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359, KRI Jhon Lie 358 untuk menuju koordinat kapal-kapal asing yang di deteksi. 

    Laksdya TNI Yudo Margono menginstruksikan kemudian mengusir kapal-kapal ikan tersebut untuk keluar dari wilayah laut Indonesia hingga keluar dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Namun, TNI tak membeberkan dari mana asal negara kapal asing yang terdeteksi tersebut.

    Lebih lanjut, kata Sus Taibur, sempat berkomunikasi dengan kapal penjaga pantai, supaya memberitahu kapal-kapal ikannya untuk keluar dari ZEE. "Tetapi apabila tetap tidak keluar meninggalkan perairan Indonesia maka dilaksanakan langkag hukum, kapal-kapal tersebut ditangkap dan diproses secara hukum," kata dia.

    Saat ini, ada sejumlah kapal di luar ZEE, kurang lebih 5 sampai dengan 10 mil di batas luar ZEE. KRI pun akan tetap disiagakan operasi patroli laut dan pesawat udara perairan Laut Natuna hingga ZEE untuk mengantisipasi kapal-kapal asing tersebut memasuki wilayah perairan Indonesia lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.