PDIP Tegur Anak Cabang yang Tolak Bobby Nasution Maju Pilkada

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menantu Jokowi, Bobby Nasution yang menjadi suami dari Kahiyang Ayu  membuka usaha di bidang kuliner bernama Veteran Coffee pada 2013. Pria yang juga memiliki usaha di bidang properti ini telah membuka kedai bernama Kopi Jolo dan Kedai Rakyat. Instagram/@Kopijolo

    Menantu Jokowi, Bobby Nasution yang menjadi suami dari Kahiyang Ayu membuka usaha di bidang kuliner bernama Veteran Coffee pada 2013. Pria yang juga memiliki usaha di bidang properti ini telah membuka kedai bernama Kopi Jolo dan Kedai Rakyat. Instagram/@Kopijolo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegur Pimpinan Anak Cabang di Medan, Sumatera Utara yang menolak menantu Presiden Jokowi Bobby Nasution yang akan maju di Pemilihan Wali Kota Medan.

    “Anak cabang sudah kami tegur karena untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan strategis terkait dengan Pilkada itu berada di Dewan Pimpinan Pusat Partai,” ujar Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu 8 Januari 2020.

    Hasto mengatakan tugas anak cabang adalah mendengarkan aspirasi masyarakat. Anak cabang, kata dia, adalah infrastruktur terdepan untuk tujuan menyerap aspirasi tadi. 

    Sedangkan terkait pencalonan di PDIP merupakan kewenangan di DPP atas arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Karena kewenangan pencalonan itu berada di DPP Partai dalam rangka ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” kata dia.

    Ia mengatakan penolakan wajar dalam demokrasi. Namun, penolakan tersebut tidak mencerminkan disiplin partai. Tahapan penjaringan tokoh saat ini tengah dilakukan oleh DPC dan DPD, yang nantinya disampaikan ke DPP. "Kami sedang proses pembahasan, sehingga semuanya sebaiknya menunggu keputusan dari Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata dia.

    Sebelumnya, beberapa pimpinan anak cabang PDIP di kota Medan menyatakan mendukung Plt Walikota Medan Akhyar Nasution untuk maju di Pemilihan Wali Kota Medan. Para pengurus cabang ini menilai Akhyar lebih mumpuni ketimbang Bobby Nasution.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.