Usai Diserang Ali Kalora CS, Polri Evaluasi Kerja Satgas Tinombala

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar tangkapan layar video perpisahan Satgas TNI di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang diunggah akun Edo Sinaga di YouTube.

    Gambar tangkapan layar video perpisahan Satgas TNI di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang diunggah akun Edo Sinaga di YouTube.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri akan segera mengevaluasi kinerja Satuan Tugas Tinombala setelah kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menyerang masyarakat dan menembak mati seorang anggota Brigade Mobil.

    Apalagi, masa operasi Satgas Tinombala sendiri juga akan berakhir pada 31 Desember 2019 mendatang. Kepala  Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal pun menyatakan pihaknya tetap berkomitmen menangkap para pelaku.

    "Kami jelas akan kejar pelakunya. Perkuatan cukup," kata Iqbal di Gedung Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 16 Desember 2019.

    Sementara, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menegaskan, tak ada penambahan jumlah personel Satgas Tinombala. Namun ia memperkirakan akan ada perpanjangan masa kerja.

    "Sementara ini masih menggunakan waktu yang ada. Perpanjangan nanti kami lihat. Kekuatan masih seperti kemarin, belum ada penambahan, tapi kewaspadaan ditingkatkan," ucap Asep.

    Sebelumnya, lima anggota kelompok pimpinan Ali Kalora itu menyerang ke pemukiman masyarakat usai melakukan salat Jumat. Mereka menembak Bharatu Saiful, anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dari Satgas Tinombala, yang kemudian berujung tewas, serta sempat menyandera warga setempat.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.