Kader Banser Diduga Dipersekusi, PBNU: Mencoreng Wajah Islam

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Robikin Emhas saat menjawab pertanyaan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Robikin Emhas saat menjawab pertanyaan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Robikin Emhas menyesalkan terjadinya dugaan persekusi terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Robikin terutama menyayangkan begitu mudahnya terlontar tuduhan kafir dari terduga pelaku persekusi.

    Menurut dia, Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim. Dia menduga mudahnya pelabelan kafir ini merupakan imbas dari ideologi takfiri belakangan ini.

    "Mudahnya menjatuhkan vonis kafir ini boleh jadi disebabkan karena ideologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia. Baginya, selain pengikut ajarannya adalah kafir," kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Desember 2019.

    Robikin mengatakan, orang-orang takfiri cenderung tak peduli bahwa yang dikafirkan adalah sesama pemeluk Islam. Padahal, kata dia, pokok ajaran Islam sama berupa syahadat, salat, puasa, zakat, dan haji.

    "Perilaku merasa diri paling Islam, apalagi disertai akhlak tercela dengan mengolok, mencaci, dan memaksa justru mencoreng wajah Islam dan menurunkan keluhuran ajaran Islam itu sendiri," kata dia.

    Di sisi lain, Robikin mengapresiasi kader Banser Depok, Jawa Barat bernama Eko yang diduga dipersekusi itu. Staf khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin ini memuji Eko atas sikapnya yang tenang, sabar, dan tak terpancing provokasi.

    "Respon kader Banser tersebut justru membuktikan kedalaman kualitas pemahaman keagamaan warga nahdliyin dan keluhuran akhlaknya," ujarnya.

    Dugaan persekusi ini terjadi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Seorang pria berbaju dan bertopi hitam menanyai tujuan keberadaan Eko di tempat tersebut. Pria yang sambil merekam video itu memaksa Eko untuk mengucap takbir.

    Dia sempat memaki dengan kata binatang, serta menyebut-nyebut keberadaan jawara di sekitar tempat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.