Ketua KPK: 2019 Tahun Terberat Pemberantasan Korupsi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Raharjo, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.  KPK meningkatkan status penanganan perkara dugaan korupsi pada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan dua tersangka yakni Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Raharjo, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018. KPK meningkatkan status penanganan perkara dugaan korupsi pada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan dua tersangka yakni Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua KPK (Komisi  Pemberantasan Korupsi) Agus Rahardjo mengatakan pelaksanaan festival film antikorupsi mengingatkan perjuangan pemberantasan korupsi belum selesai.

    Dia menyampaikannya dalam pidato malam puncak Festival Film Antikorupsi 2019 (Anti-corruption Film Festival/ACFFest 2019) di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pada hari ini, Minggu, 8 Desember 2019.

    Ketua KPK Agus menjelaskan perjuangan pemberantasan masih panjang pada 2019

    Dia menyebut 2019 menjadi tahun yang berat bagi KPK.

    "Tapi kita harus selalu optimis, kita harus berjuang terus, saling mengingatkan, Jangan lupa korupsi masih berjangkit dengan begitu luar biasanya di negeri ini," kata Agus.

    Agus menegaskan, perlu kesabaran dan daya tahan tinggi bagi semua pihak untuk memperjuangkan pemberantasan korupsi.

    "Mungkin kita juga perlu merenung, jangan-jangan ada strategi baru yang ingin diperkenalkan oleh panglima pemberantasan korupsi kita. Panglimanya adalah presiden kemudian wakilnya adalah wakil presiden."

    Agus berharap, dengan strategi baru Presiden Jokowi akan ada hasil yang terlihat.

    ingiDia n semua komponen bangsa terus mengontrol kerja-kerja pemberantasan korupsi.

    "Harus selalu mengingatkan bahwa perjuangan kita masih panjang," ujar petinggi KPk tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.