Jokowi Dapat Asian of The Year 2019, Istana: Ini Kerja Bersama

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke  Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang,  Jawa Barat, Jumat, 29 November 2019. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat, 29 November 2019. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima anugerah Asian of the Year 2019 dari The Straits Times Singapura. Jokowi dinilai sebagai tokoh pemersatu di tengah kondisi Indonesia yang tidak stabil.

    Wajah Jokowi pun terpampang di halaman depan koran Straits Times pada Kamis, 5 Desember 2019. Ia dipilih karena kecekatan dan pemikirannya dalam mengarahkan hubungan politik dalam negeri dan internasional yang rumit.

    Selain Jokowi, tokoh lainnya yang pernah mendapatkan anugerah serupa di antaranya mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew; Perdana Menteri India Narendra Modi; dan Presiden Cina Xi Jinping.

    Juru bicara presiden, Fadjroel Rachman, menyampaikan ucapan syukur atas anugerah tersebut. "Alhamdulillah berkat kerja cerdas bersama seluruh rakyat Indonesia, Presiden Jokowi mendapatkan anugerah Asian of the Year 2019 dari The Straits Times Singapura," kata Fadjroel dalam siaran tertulisnya, Kamis, 5 Desember 2019.

    Fadjroel mengatakan, anugerah ini merupakan penghargaan prestisius dan pengakuan atas prestasi kerja bersama seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, kata dia, pengharagaan ini juga bisa menjadi modal sosial untuk mewujudkan panca kerja, yaitu pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, regulasi, dan transformasi ekonomi untuk meraih Indonesia maju. "Kita adalah bangsa pemenang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.