Gerindra Yogyakarta Andalkan Sandiaga Jadi Jurkam Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan orasi politik saat menghadiri kampanye akbar di Lapangan Ahmad Yani, Alun - Alun Kota Tanggerang, Banten, Sabtu 13 April 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan orasi politik saat menghadiri kampanye akbar di Lapangan Ahmad Yani, Alun - Alun Kota Tanggerang, Banten, Sabtu 13 April 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pengurus Gerindra Yogyakarta melobi Dewan Pimpinan Pusat Gerindra untuk mendatangkan Sandiaga Uno sebagai juru kampanye di pilkada 2020. Ini terkait target DPD Gerindra Yogyakarta untuk menyapu bersih pilkada di tiga kabupaten, yakni Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.

    "Pilkada 2020 target kami meraup suara terutama kalangan emak-emak dan milenial. Dan yang bisa menjaring suara kelompok itu adalah Mas Sandiaga Uno melihat pengalaman pilpres lalu," ujar Sekretaris DPD Gerindra Daerah Istimewa Yogyakarta, Dharma Setiawan, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Dharma menuturkan, dari pengalaman kampanye pilpres 2019, di mana ada Sandiaga Uno pasti kampanye yang digelar dikerebuti kalangan milenial dan emak-emak. Termasuk di DIY, yang disambangi beberapa kali oleh Sandiaga.

    Sandiaga, ujar Dharma, juga sudah ditunjuk Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk bertugas membantu pemenangan pilkada serentak di 270 daerah pada 2020 nanti. Di dalamnya termasuk pilkada Kabupaten Sleman, Gunungkidul, dan Bantul.

    "Saya akan menjadi juru kampanye daerah untuk tiga kabupaten itu mendampingi Mas Sandiaga. Kami sudah bicara soal ini," ujarnya.

    Dharma mengatakan, Gerindra DIY saat ini baru berhasil menempatkan kadernya di satu dari lima kabupaten/kota DIY, yakni Bupati Bantul Suharsono. Sedangkan kepala dan wakil kepala daerah dari empat kabupaten/kota lain di DIY, dikuasai Partai Amanat Nasional (PAN), Golkar, dan PKB.

    "Kami ingin Pilkada 2020 jadi momentum menempatkan kepala dan wakil kepala daerah lebih banyak di kabupaten DIY, baik itu kader maupun orang luar partai yang potensial," ujar Dharma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.