Pesan Gus Mus ke Jokowi: Jangan Pilih Menteri yang Mengganggu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla berfoto bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja Periode 2014-2019 saat acara perpisahan di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Seperti diketahui, Jokowi akan dilantik sebagai Presiden periode kedua di Gedung MPR pada Minggu (20/10/2019) bersama dengan pasangannya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla berfoto bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja Periode 2014-2019 saat acara perpisahan di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Seperti diketahui, Jokowi akan dilantik sebagai Presiden periode kedua di Gedung MPR pada Minggu (20/10/2019) bersama dengan pasangannya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh agama Mustofa Bisri alias Gus Mus menuliskan surat nasihat untuk presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin dalam laman akun Facebook.

    Sebagaimana diketahui, Jokowi - Ma’ruf bakal dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada siang ini, 20 Oktober 2019 sekitar pukul 14.30 WIB di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Senayan. Selain nasihat, Gus Mus juga menyelipkan pesan singkat ihwal penunjukkan menteri.

    Berikut isi lengkap surat tersebut:
     
    Kepada yang terhormat dan saya hormati, Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma’ruf Amin
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
     
    Pertama-tama, perkenankan lah saya ikut menyampaikan selamat atas pelantikan bapak berdua sebagai presiden dan wakil presiden republik Indonesia 2019-2024. Semoga selamat melaksanakan amanat dan tanggung jawab menyejahterakan rakyat, baik yang mendukung bapak berdua atau tidak.
     
    Secara lahiriah rakyat yang memilih, tapi secara hakikat Allah lah yang memilih dan menjadikan bapak berdua menjadi presiden dan wakil presiden negeri tercinta ini. Maka tanggung jawab bapak berdua sungguh berat namun mulia. Tanggung jawab terhadap Allah dan rakyat. Pimpin lah kami rakyat Indonesia dengan cinta dan belas kasih seraya senantiasa mengingat dan memohon pertolongan Allah. Tantangan seberat apapun kan terasa ringan bersama Allah dan pertolongan-Nya.
     
    Dalam memilih pembantu, pilihlah pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kerja. Pilihlah mereka yang mempunyai komitmen keindonesiaan dan bisa, dan mau bekerja tulus untuk Indonesia dan rakyat Indonesia. Jangan memilih mereka yang menawarkan diri membantu bapak berdua, kecuali mereka yang memang memahami hajat hidup rakyat Indonesia dan mempunyai kemampuan bekerja menjalankan tugas mereka.
     
    Dengan memohon maaf sebesar-besarnya atas kelancangan saya ini, saya ikut mendoakan semoga Allah selalu menolong bapak berdua dalam berkhidmah kepada bangsa dan negara. Waffaqakumllah ila ma fiihi khairu ummh.
     
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.