Ahmad Riza Patria Tegaskan Gerindra Tak Minta Jatah Menteri

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria dalam diskusi Empat Pilar MPR, di Media Center Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 1 April 2019.

    Anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria dalam diskusi Empat Pilar MPR, di Media Center Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 1 April 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa partainya tidak pernah meminta dan menawarkan jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo.

    Menurut dia, Gerindra mempersilakan Jokowi untuk menyikapi kesiapan Ketua Umum Prabowo Subianto membantu pemerintahan mendatang.

    "Prabowo dan Gerindra tidak pernah berubah sikapnya, kami tidak dalam posisi meminta-minta, menawarkan apalagi ikut campur atau mengintervensi," kata Riza Patria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

    Dia mengatakan, terkait koalisi mau pun kursi menteri, sepenuhnya jadi kewenangan Jokowi, Presiden terpilih untuk menentukan.

    Sikap Gerindra menurut dia, seperti yang disampaikan Prabowo, apabila pemerintah dan memerlukan maka Prabowo serta Gerindra siap membantu.

    "Selebihnya silakan pemerintah dalam hal ini Presiden menyikapinya. Prabowo sudah menyampaikan sejak lama visi-misi dan program untuk kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

    Riza membantah terjadi perubahan sikap politik yang ditunjukan Prabowo, karena sejak awal mantan Danjen Kopassus tersebut konsisten memperjuangkan gagasannya bagi bangsa Indonesia, bahkan sejak sebelum menjadi Ketua Umum Partai Gerindra.

    Menurut dia, gagasan umum Prabowo tidak berubah yaitu ingin Indonesia maju dengan cara Indonesia berdaulat atas pangan, berdaulat atas energi, dan Indonesia harus memiliki pertahanan dan keamanan yang kuat dari bangsa-bangsa lain.

    "Keempat ada penyiapan sumber daya air yang baik, dan kelima Indonesia harus memiliki pemerintahan yang kuat, bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.