Tsmara PSI Sebut Faldo Maldini Beda Pandangan dengan PAN

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poltikus PSI Dara Adinda Kesuma dan Tsamara Amany, serta Faldo Maldini dari PAN, saat menggugat aturan batas usia calon kepala daerah di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin, 23 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Poltikus PSI Dara Adinda Kesuma dan Tsamara Amany, serta Faldo Maldini dari PAN, saat menggugat aturan batas usia calon kepala daerah di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin, 23 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut baik Faldo Maldini jika ingin merapat ke partai tersebut. Ketua DPP PSI, Tsamara Amany bercerita, Faldo memang tidak pernah betul-betul menceritakan alasan ingin pindah dari PAN.

    "Cuma dari diskusi-diskusi kami, Bang Faldo punya pandangan politik yang berbeda, punya jalan politik yang beda," ujar Tsamara lewat pesan singkat, Ahad, 6 Oktober 2019.

    Tertanggal 3 Oktober 2019, Faldo resmi mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam surat pengunduran diri, Faldo menyatakan telah berkomunikasi tiga kali dengan Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno dan dua kali dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Pilihan mundur itu tak terlepas dari keputusannya maju pemilihan kepala daerah 2020.

    "Pilihan ini saya ambil untuk menghindari kegaduhan setelah adanya dukungan dari partai politik lain kepada saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah," kata Faldo dalam suratnya tertanggal 3 Oktober 2019. Faldo membenarkan surat tersebut saat dikonfirmasi Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Faldo mengatakan pengunduran dirinya diputuskan secara sadar tanpa ada intervensi pihak manapun. Dia berterima kasih kepada partai berlambang matahari terbit itu. Menurut Faldo, PAN telah memberinya ruang berkembang dan memulai karir politik dari bawah. "Pengunduran diri ini melalui proses yang sangat baik, tanpa ada paksaan, dan saya selalu ingin membuka diri silaturahim serta kerja sama di kemudian hari," kata dia.

    Pada 23 September lalu, Faldo bersama politikus PSI Tsamara Amany Alatas dan Dara Nasution mendaftarkan gugatan uji materi batas minimal usia calon kepala daerah yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah ke Mahkamah Konstitusi.

    Mereka meminta batas usia minimal 30 tahun untuk calon gubernur dan 25 tahun untuk bupati atau wali kota diturunkan. Mereka menilai aturan itu diskriminatif dan tidak adil.

    Faldo Maldini berencana mengikuti Pemilihan Kepala Daerah di Sumatera Barat pada 2020. Namun, usia Faldo pada April 2020, ketika pendaftaran dibuka masih 29 tahun. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.