Korupsi Eks Bupati Cirebon, Camat dan GM Hyundai Dicekal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Non Aktif Cirebon, Sunjaya Purwadisastra berjalan memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa , 13 November 2018. unjaya Purwadisastra tertangkap tangan menerima uang suap senilai Rp100 juta dari Sekretaris Dinas PUPR, Gatot Rachmanto. Tujuannya, agar Gatot bisa menempati posisi kariernya saat ini. ANTARA

    Bupati Non Aktif Cirebon, Sunjaya Purwadisastra berjalan memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa , 13 November 2018. unjaya Purwadisastra tertangkap tangan menerima uang suap senilai Rp100 juta dari Sekretaris Dinas PUPR, Gatot Rachmanto. Tujuannya, agar Gatot bisa menempati posisi kariernya saat ini. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK meminta dua saksi dalam perkara pencucian uang Bupati Cirebon 2013-2018 Sunjaya Purwadisastra dicegah berpergian ke luar negeri. Kedua saksi adalah General Manager PT Hyundai Engineering Construction Herry Jung dan Camat Beber Rita Susana.

    "Sejak proses hukum di perkara ini, KPK telah mengirim surat ke Imigrasi untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap 2 orang," kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, di kantornya, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2019.

    Herry dan Rita dicegah berpergian ke luar negeri sejak 26 April hingga 26 Oktober 2019. Keduanya sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam proses penyidikan tindak pidana pencucian uang itu. "Ada 146 orang saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah menambahkan.

    Nama Herry dan Rita telah muncul dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung untuk Sunjaya. Sebelum menjadi tersangka TPPU, Sunjaya telah divonis 5 tahun penjara karena terbukti menerima suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon.

    Dari pengembangan kasus itu, KPK menduga Sunjaya juga menerima hadiah dan gratifikasi dari sumber lainnya berjumlah Rp 51 miliar. Sejumlah sumber penerimaan Sunjaya yang telah diidentifikasi KPK berasal dari pengurusan pengadaan barang dan jasa, mutasi jabatan dan perizinan sebanyak Rp 41,1 miliar.

    KPK juga menduga Sunjaya menerima hadiah atau janji terkait perizinan proyek PLTU Cirebon 2 sebesar Rp 6,04 miliar. Hyundai menjadi salah satu kontraktor dalam proyek pembangkit tersebut. Selain itu, KPK menyatakan Sunjaya turut menerima duit Rp 4 miliar terkait perizinan properti di Cirebon.

    KPK menengarai mantan politikus PDIP ini melakukan pencucian uang terhadap duit yang ia terima tersebut. Uang itu diduga digunakan Sunjaya untuk membeli tanah dan membeli mobil menggunakan nama orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.