Atalia Kamil Buka Pameran Akbar Catering 2019

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, resmi membuka Pameran Akbar Catering se-Jawa Barat 2019 di Gedung Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Jumat, 13 September 2019.

    Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, resmi membuka Pameran Akbar Catering se-Jawa Barat 2019 di Gedung Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Jumat, 13 September 2019.

    INFO JABAR — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, resmi membuka Pameran Akbar Catering se-Jawa Barat 2019 di Gedung Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Jumat, 13 September 2019. Pameran ini diikuti 79 peserta, mulai dari pengusaha katering, dekorasi, wedding organizer, rias pengantin, dan entertainment.

    Menurut Atalia, pameran katering terbesar se-Jabar itu dapat memperluas jejaring, meningkatkan kreativitas dan kualitas pelaku katering, serta memudahkan konsumen dalam menentukan vendor. Selain katering, pameran tersebut memamerkan juga gaun pengantin.

    "Ini penting sekali untuk menjembatani kebutuhan para pengguna jasa katering. Sekaligus untuk mempromosikan para pelaku usaha dan jasa katering yang ada di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung," kata Atalia.

    "Di event ini juga kesempatan para konsumen untuk memilih jasa katering yang sesuai budget, tanpa perlu berpindah tempat," ujarnya.

    Atalia mengatakan bisnis katering yang sebelumnya hanya merupakan bisnis rumahan, sudah menjadi industri dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah tiap tahunnya. Sehingga pengusaha katering perlu mendapatkan perhatian.

    "Tadi saya titipkan agar terus menumbuhkan kreativitas, lebih hati-hati dalam menggunakan bahan pangan yang akan disajikan, juga bagaimana dari segi kesehatan tetap diperhatikan. Selain itu juga, sertifikasi halal tentu harus ada," ucap dia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.