Gubernur Jabar Terima Penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka untuk kategori Pejabat Publik yang berperan aktif terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca dari Perpusatakaan Nasional RI di The Ballroom Jakarta Theatre, Kamis (5/9/19).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka untuk kategori Pejabat Publik yang berperan aktif terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca dari Perpusatakaan Nasional RI di The Ballroom Jakarta Theatre, Kamis (5/9/19).

    INFO NASIONAL — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka untuk kategori Pejabat Publik yang Berperan Aktif Terhadap Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca dari Perpusatakaan Nasional RI di The Ballroom Jakarta Theatre, Kamis , 5 September 2019. "Kita diberi penghargaan karena menjadi salah satu provinsi yang paling giat dalam menggerakan literasi, posisi pertama Sumatera Selatan dari 34 provinsi," kata Ridwan Kamil.

    Gubernur Jabar menerima penghargaan tersebut karena upayanya meningkatkan literasi masyarakat Jabar dengan meluncurkan Kota Literasi Cerdas (kolecer), program yang bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat Jabar. "Kita ada program kolecer yang istimewa, dengan menggerakkan kotak-kotak literasi di jalanan, di pasar, di rumah sakit dan di mana-mana," ujarnya.

    Menurut Ridwan Kamil, peningkatan literasi perlu dilakukan supaya masyarakat Jabar tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong atau hoaks. Pemprov Jabar akan menjadikan literasi sebagai akuntabilitas kinerja Jabar pada masa depan. "Intinya dengan penghargaan ini memotivasi kita untuk terus berinovasi meningkatkan indeks literasi di Jawa Barat," katanya.

    Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muh Syarif Bando, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada penggiat literasi. Mulai dari tokoh masyarakat, pejabat, wartawan, sampai pengelola perpustakaan. "Alhamdulillah Indonesia yang sebelumnya peringkat 60 dari 61, kita bisa melompat menjadi 16 dari 30 negara yang disurvei. Kita bahkan bisa lebih baik daripada Korea, Jepang, Inggris, dan Amerika dengan rata-rata enam jam per minggu," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.