Disertasi Hubungan Intim Boleh Tanpa Nikah Lolos di UIN Yogya

Ilustrasi seks dan jantung (pixabay.com)

TEMPO.CO, Yogyakarta - Doktor Abdul Aziz berhasil mempertahankan disertasi tentang Hubungan Intim di luar nikah tidak melanggar hukum Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Abdul Aziz adalah dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Dia berharap disertasinya itu bermanfaat untuk pembaruan hukum perdata dan pidana Islam.

“Kriminalisasi bertentangan dengan hak asasi manusia,” ucapya kepada Tempo pada Kamis, 29 Agustus 2019.

Untuk mempertahankan disertasi, dia menghadapi delapan orang anggota tim penguji pada Rabu, 28 Agustus 2019, di Kampus UIN Sunan Kalijaga. Abdul Aziz pun mendapatkan nilai sangat memuaskan.

Tim penguji tadi terdiri antara lain Yudian Wahyudi (ketua sidang),  Waryono Abdul Ghofur (sekretaris sidang), dan Khoiruddin (promotor), serta Sahiron.

Abdul Aziz menjelaskan disertasi tersebut muncul dari kegelisahan dan keprihatinannya terhadap beragam kriminalisasi hubungan intim nonmarital konsensual (hubungan seksual di luar pernikahan yang dilandasi persetujuan atau kesepakatan).

Hubungan intim di luar pernikahan selama ini mendapatkan stigma dan kriminalisasi, misalnya, penggerebekan dan penangkapan sewenang-wenang di ruang-ruang privat.

Abdul Aziz juga mencontohkan kriminalisasi dalam bentuk hukuman rajam di Aceh pada 1999 dan Ambon pada 2001. "Hukuman rajam melanggar hak asasi manusia."

Mereka yang dihukum rajam dituduh berzina. Orang-orang berkerumun dan melempari orang itu dengan batu hingga tewas.

Abdul Aziz mengutip konsep Milk Al-Yamin dari intelektual muslim asal Suriah, Muhammad Syahrur. Konsep itu menyebutkan bahwa hubungan intim di luar nikah dalam batasan tertentu tak melanggar syariat Islam.

Muhammad Syahrur adalah Profesor Teknik Sipil Emeritus di Universitas Damaskus yang banyak menulis tentang Islam. Dia insinyur jebolan Universitas Dublin dan Moskow yang menghasilkan buku tentang Islam dan kemanusiaan.

Muhammad Syahrur menghasilkan pemikiran progresif dengan pendekatan hermeneutika hukum dari aspek filologi dengan prinsip antisinonimitas. Metode itu menggambarkan bahwa setiap istilah di dalam Al Quran punya makna yang tidak identik.

“Setiap kata atau setiap istilah pasti punya makna sesuai konteks zaman,” ucap  Abdul Aziz.

Pada masa pemikir klasik konsep Milk Al-Yamin dimaknai sebagai hubungan seks laki-laki terhadap perempuan budak. Para pemikir atau ulama seperti Imam Asy Syafii dan Imam at Tabari memahami Milk Al-Yamin sebagai hubungan intim nonmarital dengan budak perempuan melalui akad milik.

Muhammad Syahrur menolak konsep Milk Al-Yamin pemikir klasik. Menurut dia, perbudakan telah dihapuskan melalui Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Islam mendukung penghapusan perbudakan itu.

Konsep itu kemudian dimaknai sebagai hubungan intim tanpa melalui perkawinan hanya untuk melampiaskan hasrat seksual, bukan untuk memiliki keturunan atau berkeluarga.

Bagi Muhammad Syahrur, hubungan intim disebut zina bila dipertontonkan ke publik. Bila hubungan intim dilakukan di ruang privat, berlandaskan suka sama suka, keduanya sudah dewasa, tidak ada penipuan, dan niatnya tulus maka tidak bisa disebut zina. Maka hubungan intim tersebut halal.

Meski begitu, Abdul Aziz mengakui Milk Al-Yamin juga memiliki kekurangan. Dia menilai konsep tersebut itu bias gender sebab  wanita berstatus istri dilarang melakukan hubungan Intim di luar pernikahannya. Sedangkan laki-laki boleh melakukannya.

SHINTA MAHARANI

Catatan Koreksi: Judul berita ini telah diubah pada pukul 14.15 WIB.

 

 

 






Hasil UM-PTKIN 2022: STAIN Madina Naik Pamor, Terketat di UIN Sunan Kalijaga

4 hari lalu

Hasil UM-PTKIN 2022: STAIN Madina Naik Pamor, Terketat di UIN Sunan Kalijaga

Secara umum peserta UM-PTKIN 2022 meningkat dibandingkan tahun lalu, tapi lonjakan tertinggi dicatat di Mandailing Natal yang sebesar 85 persen.


Manfaat Sunat dan Tingkat Kualitas Kehidupan Seksual

22 hari lalu

Manfaat Sunat dan Tingkat Kualitas Kehidupan Seksual

Sampel penelitian tersebut diambil dari orang sebelum dan setelah melakukan sunat.


Kemnaker dan UIN Sunan Kalijaga Kerja Sama MBKM

18 Maret 2022

Kemnaker dan UIN Sunan Kalijaga Kerja Sama MBKM

Salah satu tujuan program MBKM ini yakni membangun persahabatan mahasiswa antar daerah, suku, budaya, dan agama, sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.


UIN Yogyakarta: Penendang Sesajen Semeru DO Sejak 2014

14 Januari 2022

UIN Yogyakarta: Penendang Sesajen Semeru DO Sejak 2014

Terkait kasus perusakan sesajen oleh HF itu, UIN Sunan Kalijaga menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwajib.


Tak Puas saat Berhubungan Intim, Bicarakan Ini pada Pasangan

20 Desember 2021

Tak Puas saat Berhubungan Intim, Bicarakan Ini pada Pasangan

Ada beberapa komunikasi khusus saran para ahli agar bisa membuat pasangan tergila-gila sebelum berhubungan intim. Berikut tipsnya.


Bedah Buku Yudian Wahyudi, Pemikiran Komparatif antara 4 Tokoh Islam Indonesia

16 Desember 2021

Bedah Buku Yudian Wahyudi, Pemikiran Komparatif antara 4 Tokoh Islam Indonesia

BPIP dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar bedah buku "Pembaruan Islam Yudian Wahyudi", salah satunya tentang pemikiran Nurcholis Madjid.


29 Lowongan Dosen UIN Yogya Diperebutkan Hampir 400 Orang

17 November 2021

29 Lowongan Dosen UIN Yogya Diperebutkan Hampir 400 Orang

Universitas Islam Negeri atau UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sedang menggelar rangkaian tes seleksi untuk lowongan Calon Dosen Non PNS.


3 Mitos Populer Senam Kegel, Termasuk Angkat Performa Hubungan Intim?

16 November 2021

3 Mitos Populer Senam Kegel, Termasuk Angkat Performa Hubungan Intim?

Manfaat senam kegel memang banyak, diantaranya membantu mengatasi gangguan seperti prolaps organ panggul dan menjaga performa otot-otot dasar panggul.


Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Yogya, Baliho Ambruk Dekat Kampus UIN

18 Oktober 2021

Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Yogya, Baliho Ambruk Dekat Kampus UIN

BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap sejumlah obyek wisata di Yogyakarta yang berpotensi hujan lebat disertai petir pekan ini.


5 Alasan Perempuan Malas Bermesraan dengan Pasangan

20 Agustus 2021

5 Alasan Perempuan Malas Bermesraan dengan Pasangan

Banyak perempuan yang lebih mengutamakan keintiman emosional dibandingkan fisik, yang sayangnya jarang disadari oleh pasangannya.