Hakim Setyabudi Diduga Menerima Gratifikasi Seks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tejocahyono. ANTARA/Wahyu Putro A

    Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tejocahyono. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta --Tak hanya diduga menerima suap, hakim Setyabudi Tejocahyono diduga juga menerima gratifikasi seks. Dugaan itu terungkap dari pemeriksaan terhadap pengusaha Toto Hutagalung, tersangka penyuapan terhadap Setyabudhi. “Ya, memang seperti itu keterangan yang dia sampaikan,” ujar Johnson Panjaitan, pengacara Toto, saat dihubungi Selasa, 16 April 2013 kemarin.

    Sumber Tempo di KPK mengatakan, Setyabudi disebut-sebut meminta “jatah” layanan tersebut pada setiap Kamis atau Jumat. Dalam penjelasan kepada penyidik, menurut sumber itu, tidak diperoleh alasan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memilih layanan itu pada Kamis atau Jumat. (Baca juga: Sopir Hakim Setyabudi Tak Tahu Suap Seks Bosnya)

    Johnson mengatakan, sepengetahuan dia dari kliennya, Setyabudi selalu meminta disediakan layanan itu setiap Jumat. "Istilahnya itu sunah rasul," katanya. Meski demikian, Johnson menolak menyebutkan bahwa pemberian dari ketua organisasi masyarakat Gasibu Padjadjaran itu sebagai gratifikasi seks. "Nanti harus ditanya langsung ke Setyabudi," ujar dia.

    Pada 22 Maret lalu KPK menangkap Setyabudi di ruang kerjanya karena menerima suap Rp 150 juta dari Asep Triana. Asep ditengarai merupakan orang dekat Toto. KPK menduga suap tersebut berkaitan dengan kasus korupsi dana bantuan sosial tahun 2009 dan 2010. Setyabudi adalah ketua majelis hakim kasus itu, dengan anggota hakim Ramlan Comel dan Jojo Johari. (Lihat: Ini Kronologi Penangkapan Wakil Ketua PN Bandung)

    Dalam kasus ini, KPK memeriksa rekan kerja Setyabudi. Selain hakim, KPK memeriksa staf di kantor Pemerintah Kota Bandung. “Ada pemeriksaan atas nama Wiwik Widyastuti, hakim Bandung di tingkat pengadilan tinggi,” ujar Johan.

    KPK juga memeriksa Yono Sugiyono, sopir dinas Wali Kota Bandung Dada Rosada. Setelah diperiksa sekitar pukul 14.30 WIB, sopir berkepala plontos ini mengatakan dia ditanyai soal kegiatan Dada dan terkait penyaluran dana bantuan sosial Kota Bandung 2009-2010. “Pertanyaan hanya sedikit, kurang dari 20, sekitar bantuan sosial,” kata Yono. Simak kasus suap hakim di sini.

    FEBRIANA FIRDAUS | LINDA HAIRANI | ERICK P. HARDI

    Topik Terhangat:
    Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Baca juga:
    EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

    Bom Boston, Ini Kesaksian Jurnalis Boston.com
    Bom Boston Sebenarnya Ada 7, Meledak 2
    Wawancara dengan Ustad Berpengaruh di New York


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.