Minggu, 22 September 2019

Tolak Lukas Enembe, Mahasiswa Papua Bentangkan Spanduk Referendum

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme terlibat aksi dorong dengan aparat keamanan saat melakukan aksi solidaritas untuk West Papua di Markas TNI AD menuju Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 22 Agustus 2019. Massa juga mengecam insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka.  TEMPO/Subekti.

    Ratusan massa Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme terlibat aksi dorong dengan aparat keamanan saat melakukan aksi solidaritas untuk West Papua di Markas TNI AD menuju Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 22 Agustus 2019. Massa juga mengecam insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menolak rombongan Gubernur Papua Lukas Enembe, penghuni asrama mahasiswa Papua di Surabaya membentangkan spanduk bertuliskan "Referendum is solution".

    Spanduk sepanjang dua meteran itu dipasang di pagar asrama. Spanduk itu melengkapi spanduk yang sudah tertempel sebelumnya yang bertuliskan "Siapapun yang datang kami tolak".

    Sebelumnya rombongan Gubernur Papua Lukas Enembe tiba di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, sekitar pukul 17.30. Mereka berniat bertemu penghuni asrama.

    Belum sempat bernegosiasi, rombongan diteriaki oleh penghuni asrama. Mereka mengucapkan kata-kata, antara lain, "Manusia jangan masuk kandang monyet".

    Setelah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, rombongan Gubernur Papua memutuskan meninggalkan asrama mahasiswa Papua pada pukul 17.45.

    Sebelum mengunjungi asrama Papua, Lukas Enembe bertemu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe