5 Fakta soal Korupsi Impor Bawang Putih yang Seret Kader PDIP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019. Nyoman Dhamantra merupakan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan. TEMPO/Subekti

    Anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019. Nyoman Dhamantra merupakan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi bergerak cepat menggeledah belasan lokasi dalam proses penyidikan kasus suap impor bawang putih yang menyeret anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra menjadi tersangka. Dalam sepekan ini, sudah ada 16 lokasi yang digeledah di Jakarta, Bogor dan Bandung.

    “Dari lokasi tersebut KPK menyita dokumen dan barang bukti elektronik terkait kasus ini,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Dalam operasi tangkap tangan Kamis pekan lalu, sejumlah fakta telah terungkap dalam korupsi impor produk holtikultura ini. Berikut ada lima fakta yang sudah diungkap KPK dalam kasus ini:

    1. OTT dan Kongres

    KPK melakukan OTT di Jakarta pada Rabu, 7 Agustus 2019 hingga Kamis 8 Agustus 2019. Operasi senyap itu dilakukan berdekatan dengan Kongres PDIP ke-V yang diselenggarakan di Sanur Bali, pada 8-10 Agustus 2019.

    Dalam operasi ini, KPK awalnya menangkap 11 orang, di antaranya orang kepercayaan anggota DPR Komisi VI dari fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri, importir bawang dan pihak lainnya. KPK juga menyita duit senilai Rp2 miliar. Nyoman yang sempat menghadiri kongres di Bali belakangan ikut dibawa ke KPK pada 8 Agustus 2019.

    2. Seret Kader PDIP

    KPK menetapkan enam orang tersangka dalam kasus suap impor bawah putih. Tiga orang berperan sebagai pemberi suap yakni pemilik PT Cahaya Sakti Agro Chandry Suanda alias Afung, pihak swasta Doddy Wahyudi dan Zulfikar. Sementara tiga orang lainnya sebagai penerima ialah I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri dan pihak swasta Elviyanto.

    3. Kuota Impor

    KPK menyangka para penyuap memberikan uang kepada Nyoman untuk memuluskan pengurusan rekomendasi impor produk holtikultura di Kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor di Kementerian Perdagangan. Afung cs berencana mengimpor 20 ribu ton bawang putih ke Indonesia pada 2019. KPK menduga Nyoman menerima fee Rp1700-1800 untuk setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Uang yang diduga sudah diterima Nyoman sebesar Rp2 miliar.

    4. Geledah Dua Kementerian

    KPK menggeledah ruang kerja Direktorat Jenderal Holtikultura di Kementerian Pertanian dan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan pada 12 Agustus 2019. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita dokumen impor bawang dan barang bukti elektronik.

    5. Ada 16 Lokasi Digeledah

    Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK sudah menggeledah 11 lokasi pada Jumat, 9 Agustus 2019 hingga Senin, 12 Agustus 2019. Lokasi yang digeledah antara lain Kemendag dan Kementan serta ruang kerja Nyoman di DPR. Terbaru, KPK juga menggeledah lima lokasi lainnya di Jakarta dan Bogor pada Rabu, 14 Agustus 2019.

    Di Bogor, KPK menggeledah rumah tersangka Elviyanto. Sementara dua lokasi di Jakarta yang digeledah adalah PT Pertani (Persero) dan rumah seorang saksi di Kalibata City. Di Bandung, KPK menggeledah seorang rumah saksi dan rumah tersangka, Doddy. Dalam penggeledahan itu KPK kembali menyita dokumen impor bawang putih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.