Kemungkinan Jadi Sekjen PDIP 2 Kali, Ini Kata Hasto Kristiyanto

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, 31 Maret 2019. Ia meminta kader-kader partainya mengkampanyekan tiga kartu besutan capres Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, 31 Maret 2019. Ia meminta kader-kader partainya mengkampanyekan tiga kartu besutan capres Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Demisioner PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan siap jika dipilih kembali menjadi orang nomor dua di partai banteng untuk periode kedua.

    "Itu, kan nanti hak prerogatif Ibu Ketua Umum. Dalam konteks berpartai kita harus siap ditugaskan apapun," ujarnya di arena Kongres V PDIP, Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, pada hari ini, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Jika terpilih lagi dalam kongres ini, Hasto bakal sembilan tahun mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yakni pada sejak 2015-2024. Namun dalam sejarah PDI sejak Kongres I di Semarang pada 2000 belum pernah ada sekjen yang menjabat dua periode.

    Hasto Kristiyanto membenarkan sejarah organisasi tentang jabatan sekjen tersebut. Namun, Hasto berpendapat segala keputusan tergantung Ketua Umum terpillih Megawati yang sekaligus formatur tunggal dalam penyusunan pengurus pusat.

    Wakil Sekjen Demisioner Andreas Pareira mengatakan tidak ada yang tidak mungkin dalam soal pejabat sekjen. Menurut dia, Hasto Kristiyanto bisa saja menjabat kembali dan membuat sejarah baru di partai. "Bisa jadi (akan mencetak sejarah baru)," ucapnya di lokasi kongres.

    Dia mengungkapkan bahwa aturan di PDIP berbeda dengan partai lain. Kongres partai banteng hanya memilih ketua umum dan selanjutnya ketua umum terpilih diberi mandat menentukan struktur kepengurusannya. "Makanya kongres PDIP sampai sekarang tidak sibuk rebutan ketua umum. Ketua umum yang memutuskan anda ada di mana. Selesai. Tidak perlu ada kasak-kusuk."

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.