Ketua Kongres PDIP Minta Peserta Tak Soraki Prabowo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersenyum saat menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersenyum saat menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaKetua Organizing Commitee Kongres V PDIP sekaligus Gubernur Bali, I Wayan Koster meminta agar peserta kongres menjaga sikap dan tutur kata saat upacara pembukaan pada Kamis, 8 Agustus 2019. Termasuk, untuk tidak menyoraki Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang akan hadir di acara pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Beach, Bali pada Rabu, 7 Agustus 2019.

    "Jangan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung undangan. Apalagi ada undangan terhormat seperti Pak Prabowo yang hadir. Jadi, jangan sampai ada yang bilang, huuu, jangan gitu," kata Koster saat acara malam budaya sebelum kongres di pantai Grand Inna Bali Beach Hotel, di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu malam, 7 Agustus 2019.

    Pernyataan itu pun mengundang tawa para pengurus PDI Perjuangan yang hadir. Termasuk di sana ada Ketua Umum Megawati, Kepala Situation Room M. Prananda, dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. "Jadi harus simpati dan berikan tepuk tangan yang meriah," kata Koster.

    Prabowo Subianto diundang Megawati datang ke acara Kongres V PDIP. Ia saat ini sudah tiba di Bali. "Benar," ujar Juru Bicara Ketua Umum Gerindra ini, Dahnil Anzar Simanjuntak saat dikonfirmasi Tempo pada Rabu, 7 Agustus 2019. Karangan bunga dari dia pun telah tiba di lokasi kongres, Grand Inna Beach, Bali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.