Yaqut Cholil Qoumas Dorong Kader GP Ansor Maju Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua GP Ansor, Yaqut Qolil Qoumas. yaqut-cholil.com

    Ketua GP Ansor, Yaqut Qolil Qoumas. yaqut-cholil.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda atau GP Ansor mendorong kader-kader yang berkualitas untuk maju pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020 di Jawa Timur.

    Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pemetaan telah dilakukan oleh Pimpinan Pusat organisasi. Dalam waktu dekat, pimpinan wilayah juga akan menelaah siapa saja kader yang layak maju di 2020.

    "Kalau ada kader Ansor yang mampu dan mendapatkan dukungan, harus didorong. Itu harus satu suara," kata Yaqut, usai menghadiri Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Ahad, 28 Juli 2019.

    Yaqut mengatakan saat ini, untuk Pimpinan Wilayah Jawa Timur tengah dilakukan pemilihan. Ada tiga kandidat yang bersaing untuk menempati kursi pimpinan wilayah Jawa Timur.

    Tiga kandidat tersebut adalah Ahmad Ghufron Siroj, Syafiq Sauqi, dan Mohamad Abid Umar. Nama-nama kandidat tersebut telah diputuskan maju dalam rapat pleno pemilihan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur. "Tugas pengurus yang baru, harus melihat peluang ini. Mana kader yang layak untuk maju," kata Yaqut.

    Yaqut mengatakan, mereka telah mendapatkan informasi ada beberapa kader organisasi yang akan maju pada perhelatan Pilkada 2020. Sebanyak 19 kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur akan menggelar Pilkada serentak. Sebanyak 19 kabupaten kota tersebut adalah, Sumenep, Trenggalek, Surabaya, Banyuwangi, dan Kabupaten Blitar.

    Kemudian, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Tuban, Lamongan, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo, Jember, Situbondo, Gresik, dan Kabupaten Kediri. 

    Yaqut menambahkan, kader-kader GP Ansor memang diperbolehkan untuk berpolitik.  "Jika ada kader yang berpolitik itu boleh, itu sah, bahkan kami dorong. Akan tetapi, tidak atas nama organisasi," ujar Yaqut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.