Menteri dari Oposisi? Gerindra: Kami Siapkan Kalau Jokowi Minta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan Pilpres 2019 itu sepakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Indonesia. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan Pilpres 2019 itu sepakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebutkan Gerindra akan menyiapkan kader-kadernya kalau Presiden terpilih Joko Widodo meminta untuk mengisi posisi menteri di Kabinet Kerja II. "Kalau Pak Joko Widodo membutuhkan kader-kader Gerindra membantu jalannya roda pemerintahannya, Gerindra sudah menyiapkan orang-orang itu," kata Arief Poyuono di Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.

    Kader-kader yang disiapkan bisa menempati posisi menteri bidang apa saja sesuai yang dibutuhkan Presiden. Hal itu karena Gerindra menyiapkan kader yang memiliki kompetensi, integritas dan loyalitas membantu jalannya roda pemerintahan periode 2019-2024. "Kader yang disiapkan adalah kader-kader yang bersih dan berintegritas."

    Kader Gerindra yang diserahkan untuk membantu pemerintah Presiden Jokowi, dianggap bukan lagi wakil partai. Arief tidak menyebutkan siapa saja kader yang disiapkan, atau untuk posisi menteri mana saja. Nama itu baru akan mengemuka kalau presiden telah mengirimkan permintaan ke Gerindra.

    Gerindra menyiapkan kadernya sebagai menteri karena sudah ada komitmen bersama untuk bersama-sama membangun Indonesia. "Tidak dikenal lagi koalisi atau oposisi, tetapi yang ada mengetahui kewajiban dan posisi masing-masing.”

    Meski ada menteri dari Gerindra, kata Arief, seluruh anggota DPR RI harus berada di luar dan di seberang pemerintahan mengontrol dan mengawasi, dan menteri membantu pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.