Golkar Godok Lima Nama Calon Menteri untuk Diajukan ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak menampik partainya tengah menggodok sejumlah nama untuk diajukan sebagai calon menteri ke Presiden Joko Widodo. Airlangga mengatakan nama-nama itu akan diserahkan kepada Jokowi pada waktunya nanti.

    "Pada waktunya (akan diserahkan), jadi belum kami bicara detail," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

    Seorang petinggi di DPP Partai Golkar mengatakan ada lima nama yang diajukan sebagai kandidat menteri. Lima nama itu ialah Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ibnu Munzir, Zainuddin Amali, dan Dedi Mulyadi.

    Saat dikonfirmasi, Airlangga tak membenarkan atau menampik lima nama itu. Dia hanya berujar partai beringin memiliki banyak kader yang berpotensi dan bisa diajukan sebagai kandidat menteri. "Golkar nama kan banyak, jadi bisa benar bisa salah," kata Airlangga.

    Namun dia menyambung, di antara nama-nama itu memang ada yang berpotensi diajukan menjadi calon pembantu Jokowi di kabinet. "Salah satu nama-nama tersebut tentu punya potensi," ucap Airlangga.

    Sebelumnya, Airlangga berharap Golkar mendapatkan jatah menteri lebih banyak di periode kedua Jokowi ketimbang di kabinet Jokowi-Jusuf Kalla saat ini. Partai beringin sekarang ini menempati tiga kursi menteri, yakni Menteri Perindustrian yang ditempati Airlangga sendiri, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

    Airlangga Hartarto beralasan, Golkar mendukung Jokowi sedari awal, berbeda dengan periode pemerintahan 2014-2019. Di pemilihan presiden 2014, Golkar awalnya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan baru bergabung dengan pemerintah pada 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.