Ketimbang Masuk Pemerintahan, Sandiaga Bertekad Menjadi Oposisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengunjungi PPK Kecamatan Penjaringan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengunjungi PPK Kecamatan Penjaringan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengisyaratkan tidak akan masuk ke pemerintahan periode 2019-2024. Menurut Sandiaga check and balance sangat penting dalam pemerintahan ke depan.

    Baca juga: Sandiaga: Kami Menjadi Oposisi Tetapi Tetap Bersahabat

    "Oposisi itu betul-betul dibutuhkan. Dan saya sangat betul-betul terhormat dapat kesempatan untuk menjadi oposisi dan terus mengontrol mengawasi kinerja pemerintah memberikan masukan," ujar Sandiaga Uno di Kemang Village, Jakarta pada Sabtu, 13 Juli 2019.

    Sandi mengaku sangat komit terhadap demokrasi. Oleh sebab itu, "(Saya) harus berani setia mengawal pembangunan ini sebagai oposisi," ujar dia.

    Sandiaga percaya bahwa eks koalisi Prabowo-Sandi juga akan memiliki sikap yang sama dengan dirinya. Dia menilai tidak akan ada partai eks koalisi adil makmur yang membelot mendukung Jokowi-Ma'ruf.  "Enggak ada itu," ujar Sandiaga Uno sambil menggerak-gerakkan telunjuk seolah mengaduk sesuatu di telapak tangannya.

    Sandiaga menilai kemungkinan eks koalisinya merapat ke kubu Jokowi sebagai isu semata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.