Sandiaga: Kami Menjadi Oposisi Tetapi Tetap Bersahabat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai menghadiri acara OK OCE di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai menghadiri acara OK OCE di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno mengatakan harus ada oposisi yang konstruktif sebagai upaya membangun Indonesia agar lebih baik.

    Baca: Perempuan Pendukung Prabowo Tolak Rekonsiliasi

    "Saya sadar bahwa untuk membangun bangsa itu bisa dari luar dan kami menjadi oposisi tetapi tetap bersahabat," katanya usai mengikuti perlombaan Belitung Triathlon 2019 di Sijuk, Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Ahad, 7 Juli 2019.

    Sandiaga mengatakan koalisi Jokowi - Ma'ruf Amin sejauh ini sudah cukup baik. Sandi memutuskan akan tetap berada di luar pemerintahan untuk menjadi oposisi yang kuat.

    "Ini juga aspirasi dari masyarakat menginginkan oposisi yang kuat yang ikut mengoreksi langkah-langkah pemerintah," katanya.

    Sandiaga mengatakan setelah Pemilu 2019 ia akan beristirahat sementara waktu dari dunia politik namun akan tetap selalu bersama masyarakat. "Senang sekali bisa bersama masyarakat, jadi tidak bicara politik, jeda dan istirahat dulu sekarang," kata dia.

    Dia pun memutuskan untuk tidak kembali lagi sebagai Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta setelah sebelumnya dikabarkan akan mengisi posisi tersebut. "Untuk Wagub DKI sudah saya putuskan untuk tidak kembali dan jatah itu untuk PKS," katanya.

    Baca: Gerindra Ancam Ambil Langkah Hukum Pembuat KTP Prabowo - Sandi

    Sedangkan untuk di Pilkada Sumbar 2020, ia belum bisa memastikan diri apakah akan bertarung dan maju dalam gelaran pilkada tersebut tahun depan. "Untuk di Pilkada 2020 itu adalah untuk putra-putri terbaik daerah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.