Pertambahan Peserta JKC Tingkatkan Soliditas Pelaku Industri Jasa Keuangan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turnamen Golf Jasa Keuangan Cup (JKC) yang ke-2 di Royale Jakarta Golf Halim 3, Jakarta Timur pada Minggu, 7 Juli 2019.

    Turnamen Golf Jasa Keuangan Cup (JKC) yang ke-2 di Royale Jakarta Golf Halim 3, Jakarta Timur pada Minggu, 7 Juli 2019.

    INFO NASIONAL — Ketua Steering Commitee Turnamen Golf Jasa Keuangan Cup 2019 (JKC) 2019, Maryono, senang melihat pertambahan peserta yang meningkat jauh. Perkembangan ini menggambarkan ikatan kerja sama antara pelaku industri jasa keuangan (IJK) semakin solid.

    "Tahun lalu hanya 29 etintas, sekarang jadi 59, bertambah dua kali lipat. Artinya, kebersamaan ini telah terwujud, makin kuat," ujarnya saat ditemui di Royale Jakarta Golf Club, Halim 3, usai melakukan putt di area green.

    Turnamen Golf JKC tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah kali perdana dihelat pada 2018 silam. Saat ini melibatkan 236 peserta mewakili entitas yang bergabung. Mereka adalah para profesional dan eksekutif di industri jasa keuangan.

    Turnamen Golf JKC ini memang tak semata ajang kompetisi. Tujuan utamanya sebagai sarana penguatan hubungan silaturahmi dan kerja sama dalam kerangka pelaksanaan tugas dan fungsi dari masing-masing entitas IJK di Indonesia.

    "Ini adalah event bersama yang dilakukan para pelaku di sektor jasa keuangan. Kita sebagai lembaga yang diberi kewenangan, bersama-sama ingin berolahraga dan menjaga kesehatan. Kedua, ini juga bisa jadi ajang silaturahmi. Kita semua lebih rileks, bisa kembali fresh saat besok kembali bekerja," papar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, usai mengayun pukulan bola asap saat pembukaan pada pukul 7.00 WIB, bersama Maryono dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah.

    Harapannya, kata Wimboh, Turnamen Golf JKC bakal terselenggara rutin tiap tahun. Karena banyak hal yang dapat disinergikan antara pelaku industri jasa keuangan. "Untuk membangun NKRI bersama. Dipastikan event ini tak akan pernah selesai," ucapnya.

    Sementara Maryono mengakui Turnamen Golf JKC sangat bagus. "Selain silaturahmi sekaligus untuk olahraga" katanya.

    Dalam perspektif profesionalisme, jelas Maryono yang juga menjabat Direktur Utama Bank BTN, kegiatan olahraga golf di kalangan IJK diharapkan dapat membangun sinergi dan kerja sama yang baik dan berkelanjutan. Pada akhirnya, kerja sama tersebut menjadi pijakan yang kuat dalam mewujudkan kebijakan strategis IJK yang didiseminasikan pada Pertemuan Tahunan IJK (Financial Executive Gathering) 2019 oleh Wimboh Santoso.

    Kebijakan itu mencakup Alternatif Pembiayaan Sektor Strategis Pemerintah, Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional; Akses Keuangan bagi UMKM dan Masyarakat di Daerah Terpencil; Mempersiapkan Industri Jasa Keuangan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0; dan Mereformasi Bisnis Proses Industri dan Internal OJK.

    Diinisiasi oleh komunitas golfer di industri keuangan, kepanitiaan JKC juga dibentuk oleh kelompok tersebut. Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) termasuk di dalam inisiator turnamen ini. Sejak terbentuk pada 14 Desember 1993, ASBANDA telah merangkul 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai anggotanya. Asosiasi ini menjadi wadah untuk menyatukan dan mempererat hubungan kerja sama saling menguntungkan antar-BPD.

    Turnamen Golf JKC melombakan dua kategori, yakni kategori turnamen berprestasi (tim regu dengan 4 orang) yang diselenggarakan di Lapangan Golf Sentul Bogor, 29-30 Juni 2019, serta kategori eksekutif (eksebisi) yang berlangsung hari ini di Halim.

    Pekan lalu dalam kategori prestasi (beregu), PT Bank Mandiri Persero Tbk meraih tempat pertama dan berhak mendapat piala bergilir Ketua Dewan Komisioner OJK. Posisi dua milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara dan Bank Negara Indonesia (BNI) berada di tempat ketiga. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.