Jokowi: Kalau Itu Penting, Keputusan yang Gila Akan Saya Kerjakan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) menerima jaket dari aktivis 98 saat Halal bihalal Presiden bersama Aktivis 98, di Jakarta, Ahad, 16 Juni 2019. Presiden berpesan agar para aktivis 98 bisa mengambil peran dalam pembangunan. ANTARA/Aprillio Akbara

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) menerima jaket dari aktivis 98 saat Halal bihalal Presiden bersama Aktivis 98, di Jakarta, Ahad, 16 Juni 2019. Presiden berpesan agar para aktivis 98 bisa mengambil peran dalam pembangunan. ANTARA/Aprillio Akbara

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut dirinya akan bekerja lebih maksimal dalam periode kedua pemerintahnya, seandainya ditetapkan menjadi presiden terpilih pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: Soal Menteri, Pengamat: Jokowi Tak Mungkin Lagi Didikte Partai

    Toh, ujar Jokowi, dirinya tak lagi memiliki beban dalam lima tahun ke depan. Ini karena ia tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden. "Keputusan-keputusan yang gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan. Sekali lagi, karena saya sudah tidak memiliki beban apa-apa," ujar Jokowi dalam acara Halal Bihalal bersama aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni 2019.

    Jokowi memang sudah berkali-kali mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki beban dalam lima tahun ke depan. Hal itu pertama kali diungkapkan Jokowi dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.

    "Lima tahun ke depan mohon maaf saya sudah enggak ada beban. Saya sudah enggak bisa nyalonkan lagi. Jadi apapun yang paling baik, terbaik untuk negara akan saya lakukan," kata Jokowi.

    Hal yang sama sebelumnya juga disampaikan Jokowi saat menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Dia meminta para pengusaha memberi masukan terutama terkait regulasi yang ada.

    Baca juga: Kata PDIP Soal Nama Calon Menteri di Kabinet Jokowi

    Bahkan, Jokowi siap mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu) untuk memuluskan langkah pengusaha demi memajukan ekonomi Indonesia.

    "Saya ngomong apa adanya, karena saya sudah gak ada beban apa-apa. Tolong gunakan kesempatan ini sehingga terobosan-terobosan yang ingin kami lakukan betul-betul yang memberikan efek tendangan kuat bagi ekonomi kita," kata Jokowi saat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.