Ingin Ikut Open House Jokowi di Istana, Perhatikan 3 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat 'open house' di Istana Kepresidenan Yogyakarta, 9 Juli 2016. Sebelumnya, Jokowi merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H di Padang, Sumatera Barat. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Warga mengantre untuk bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat 'open house' di Istana Kepresidenan Yogyakarta, 9 Juli 2016. Sebelumnya, Jokowi merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H di Padang, Sumatera Barat. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menggelar open house di hari pertama lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah bagi masyarakat. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan acara tersebut kemungkinan bakal diikuti oleh 3 ribu orang.

    Baca: Acara Open House Jokowi Buka Hari Pertama Lebaran Mulai 10 Pagi

    Heru pun meminta masyarakat yang ingin datang ke Istana untuk memperhatikan sejumlah hal agar acara halalbihalal berjalan lancar. Pertama, Heru meminta warga yang mau berlebaran dengan presiden untuk datang ke titik kumpul di Monumen Nasional atau Monas.

    "Di sana (masyarakat) disterilisasi dulu baru secara bertahap kami angkut dengan kendaraan menuju Istana," kata Heru saat dihubungi Tempo, Selasa, 4 Juni 2019.

    Kedua, Heru meminta masyarakat tidak membawa banyak barang. Hal ini demi mempercepat proses pemeriksaan keamanan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

    "Tidak usah membawa barang-barang yang besar, tidak bawa ransel, untuk perempuan, ya, cukup bawa tas kecil, kalau laki mah gak usah bawa apa-apa untuk mempermudah dan mempercepat sterilisasi," ujarnya.

    Selain itu, kata Heru, pihak Istana menyediakan makanan ringan dan minuman untuk warga yang sedang antre. Adapun setelah bersalaman dengan Jokowi, pihak Istana menyediakan makanan berat yang bisa disantap bersama. Karena itu, masyarakat bisa datang ke Istana tanpa membawa banyak barang. "Jadi kalau bisa bawa badan aja deh. Jadi makin cepat sterilisasi makin banyak yang bisa diterima oleh presiden," tuturnya.

    Baca: Jokowi Minta Idul Fitri Jadi Ajang Pererat Persatuan

    Ketiga, masyarakat diminta mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. "Saya kira untuk hal ini masyarakat sudah paham," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.