Sekilas Kenangan tentang Ani Yudhoyono

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ani Yudhoyono dilarikan ke Singapura, setelah pingsan sesuai menemani perjalanan suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono berkampanye untuk Partai Demokrat di Pulau Sumatera. Instagram/@aniyudhoyono

    Ani Yudhoyono dilarikan ke Singapura, setelah pingsan sesuai menemani perjalanan suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono berkampanye untuk Partai Demokrat di Pulau Sumatera. Instagram/@aniyudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjuangan Ani Yudhyono melawan kanker darah sejak Februari lalu berakhir hari ini. Kabar wafatnya istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu secara resmi diumumkan oleh besannya, Hatta Rajasa.

    Baca juga: Andi Arief: Ibu Ani Yudhoyono Meninggal

    "Innalillahi wainailaihi rajiun. Telah meninggal dunia ibu Ani Yudhoyono pada pukul 11.50 waktu Singapura," kata Hatta kepada wartawan, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Ani Yudhoyono meninggal dalam usia 67 tahun. Putri ketiga dari mantan komandan RPKAD Sarwo Edhi Wibowo itu lahir dengan nama lengkap Kristiani Herawati di Yogyakarta pada 6 Juli 1952.

    Ani Yudhoyono sempat mencicipi kuliah di Jurusan Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Tapi ia berhenti karena harus menemani ayahnya yang bertugas ke Korea Selatan sebagai Duta Besar RI pada 1974.

    Saat itulah Ani diminta sang ayah untuk bertunangan dengan seorang lulusan Akabri bernama Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. SBY sebelumnya sudah menghadap Sarwo Edhie yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Akabri untuk melamar Ani.

    Sarwo Edhie menerima lamaran dari lulusan terbaik Akabri 1973 itu. Ani kemudian menerima saran ayahnya untuk bertunangan dengan SBY dan kemudian menikah pada 30 Juli 1976.

    Dua tahun setelah pernikahannya, lahir anak lelaki pertama mereka Agus Harimurti Yudhoyono pada 10 Agustus 1978 di Bandung. Selang dua tahun kemudian pasangan SBY - Ani Yudhoyono kembali dikaruniai putra bernama Edhie Baskoro Yudhoyono pada 24 November 1980.

    Ani Yudhoyono terus mendampingi sang suami meniti kariernya di TNI. Hingga akhirnya, SBY masuk dalam pusaran politik Indonesia pasca-Orde Baru. SBY saat itu masuk dalam kabinet Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi.

    Karier SBY masih berlanjut di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Ia didapuk sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan. Saat itulah Ani juga aktif dalam berbagai kegiatan sebagai istri seorang menteri di kabinet.

    Pada 2004, SBY digadang-gadang menjadi calon presiden oleh Partai Demokrat yang baru diresmikan pada 27 Agustus 2003. SBY akhirnya terpilih sebagai Presiden RI dan Ani Yudhoyono kemudian menemani sebagai Ibu Negara.

    "Tidak pernah terbersit dalam pikiran, bahwa di dalam rentang masa hidup, aku akan menjadi seorang Ibu Negara, mendampingi suami yang menjadi presiden RI ke enam. Semua terjadi begitu alamiah, mengikuti tapak langkah kakiku selama mendampingi karier suami, SBY," kata Ani Yudhoyono seperti dipetik dari buku biografinya, Kepak Sayap Putri Prajurit.

    Baca juga: Ani Yudhoyono Wafat, Ini Semangatnya Lawan Kanker

    Masih dalam buku itu, Ani mengatakan sebagai istri tentara ia telah mengalami perjalanan yang luar biasa. "Menempuh pengalaman demi pengalaman yang mematangkan mentalku. Meniti tahap demi tahap yang mengantarkan SBY bergerak maju dalam kariernya," tulis Ani.

    Kini Ani Yudhoyono telah meninggalkan kita. Almarhumah menurut rencana akan dibawa ke rumah duka di Cikeas. Setelah itu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Ahad, 2 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.