Kopassus Akan Latihan Bersama Militer Amerika pada 2020

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Kopassus menunjukkan keterampilan fisik dalam peringatan HUT ke-67 Kopassus di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Peringatan teresbut digelar dalam tiga format acara yaitu kegiatan apel bersama prajurit, unjuk keterampilan prajurit, dan syukuran serta ramah tamah. REUTERS

    Prajurit Kopassus menunjukkan keterampilan fisik dalam peringatan HUT ke-67 Kopassus di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Peringatan teresbut digelar dalam tiga format acara yaitu kegiatan apel bersama prajurit, unjuk keterampilan prajurit, dan syukuran serta ramah tamah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan elite TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan latihan bersama dengan pasukan Amerika Serikat pada 2020.

    Baca: Klaim Jadi Target Pembunuhan, Moeldoko Dikawal Personel Kopassus

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan hal tersebut setelah bertemu dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Menteri Pertahanan Amerika atau Acting Secretary of Defence of USA, H.E. Patrick Michael Shanahan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Mei 2019.

    Menurut Ryamizard, latihan bersama yang dilakukan oleh Kopassus dengan tentara AS itu terkait "Combat Medic". Latihan ini, kata dia, merupakan mekanisme bagaimana memberikan pertolongan pertama dan perawatan trauma garis depan di medan tempur dengan ketiadaan dokter yang siap sedia

    "Rehab medic kita akan ikut caranya Amerika. Di Amerika itu kalau ada prajurit yang buntung kakinya, masih bisa lari-lari. Setelah balik lagi ke batalyon tempur, ke ranger ikut perang lagi walaupun kakinya buntung," kata Ryamizard. "Di sini enggak, begitu ditembak, diajarin jahit, ngapain juga. Enggak ada lagi itu. Tentara semangat prajuritnya harus dipelihara. Jangan melempem."

    Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan kerja sama latihan dengan pasukan Amerika Serikat dimulai pada 2020. "Latihan bersama ini merupakan kemajuan luar biasa. Realisasinya tahun depan, mereka menawarkan ke kita materi apa, kita minta combat medic," katanya.

    Jenderal bintang dua ini menjelaskan, combat medic dipilih dalam latihan bersama nanti karena memberikan kemampuan untuk melakukan bedah jika ada personel yang mengalami luka tembak.

    Baca: Menhan Ryamizard Yakin Senjata Soenarko Bukan Selundupan

    "Kita minta combat medic. Itu menjadi atensi untuk keselamatan personel kalau kena tembak. Mereka alatnya lengkap. Jadi seorang sersan bukan dokter, bisa melakukan operasi bedah untuk luka tembak, yang penting bisa bertahan tiga hari nyawa itu sampai ketemu rumah sakit yang besar," kata Nyoman Cantiasa. Rencananya latihan bersama ini akan dilakukan di Indonesia. Selanjutnya, dilakukan di Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.