Menag Lukman Klaim Uang di Laci adalah Akumulasi Dana Operaisonal

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat merespon pertanyaan awak media ketika ia bergegas meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Gestur Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat merespon pertanyaan awak media ketika ia bergegas meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan perkara uang yang ditemukan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerjanya dalam pemeriksaan hari ini, 23 Mei 2019. Ia diperiksa sebagi saksi untuk tersangka Romahurmuziy (Romy) dalam perkara suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

    Baca juga: KPK Duga Duit di Kantor Lukman Hakim Terkait Kasus Romy

    Lukman mengatakan uang senilai US$30 ribu dan Rp180 juta di lacinya adalah akumulasi dari Dana Operasional Menteri yang diperolehnya. "Ya, saya jelaskan semua itu adalah akumulasi dari dana operasional menteri yang saya simpan dalam laci meja kerja saya," kata Lukman usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Mei 2019.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan Romy dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi menjadi tersangka. KPK menyangka Romi menerima suap Rp 300 juta dari dua kepala kantor agama itu untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama.

    Dalam proses penyidikan, KPK telah menggeledah ruang kerja Lukman. Dari penggeledahan itu KPK menyita duit Rp 180 juta dan US$ 30 ribu.

    Lukman mengatakan, sebagian uang yang ada di lacinya itu merupakan honorarium yang diterima dari berbagai kegiatan, misalnya ceramah dan pembinaan. “Baik urusan di dalam maupun di luar Kementerian Agama,” kata dia. "Juga sebagian merupakan sisa dana perjalanan baik keluar negeri ataupun di dalam negeri."

    Sebelumnya, Lukman juga telah diperiksa sebagai oleh KPK pada 8 Mei 2019 lalu untuk kasus yang sama. Kemarin, 22 Mei 2019, Lukman juga diperiksa terkait proses penyelenggaraan haji.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.