Hari Buruh, KSPI Tidak Akan Gelar Longmarch

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal diperiksa kasus Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal diperiksa kasus Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tidak akan menggelar longmarch dalam memperingati May Day atau Hari Buruh pada Rabu, 1 Mei 2019.

    BacaSaid Iqbal: Prabowo Akan Pidato Hari Buruh di Istora Senayan 

    Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan para peserta aksi Hari Buruh akan berkumpul di Lapangan Tennis Indoor Senayan untuk mengikuti rapat akbar. "Dengan demikian tidak ada titik kumpul di Patung Kuda Indosat maupun longmarch ke Istana negara. Seluruh peserta aksi May Day dari KSPI langsung menuju Tennis Indoor Senayan," kata Said Iqbal dalam siaran tertulisnya, Selasa, 30 April 2019.

    Menurut Iqbal, peringatan May Day akan dimulai pukul 10.30 WIB hingga selesai. Calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir dan menyampaikan orasi politik di hadapan kaum buruh. Said Iqbal mengatakan, Prabowo juga hadir dalam peringatan May Day yang diselenggarakan KSPI di Istora Senayan pada 2018.

    LihatHari Buruh, Begini Rekayasa Lalin Besok di Istana dan Istora GBK

    Peringatan May Day atau Hari Buruh 2019 di Jakarta akan diikuti 50 ribu buruh dari Jabodetabek, Purwakarta, Serang, dan Cilegon. Selain itu, ratusan ribu buruh juga melakukan aksi May Day di berbagai daerah industri di Indonesia. Seperti Bandung, Semarang, Jepara, Jogjakarta, Gresik, Surabaya, Bogor, Tangerang, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Aceh, Medan, Makassar, Palu, Banjarmasin, Samarinda Maluku, Lombok, dan Papua.

    Adapun tema yang akan diangkat dalam May Day tahun ini adalah "Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi Jujur Damai". Sedangkan isu yang akan disuarakan adalah menolak upah murah dengan mencabut PP Nomor 78 Tahun 2015, menghapus outsourcing dan pemagangan berkedok outsourcing, meningkatkan manfaat jaminan kesehatan dan pensiun, menurunkan tarif dasar listrik dan harga sembako, meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan guru dan tenaga honorer serta pengemudi ojek online.

    Simak pulaPeringatan Hari Buruh, Begini Harapan Jokowi

    Said Iqbal menambahkan, pada peringatan Hari Buruh KSPI juga menyerukan kepada kaum buruh untuk ikut serta mengawal form C1 di KPU wilayah masing-masing.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.