Peringatan Hari Buruh, Begini Harapan Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, saat makan siang bersama buruh pabrik di Cikupa, Tangerang, Jawa Barat, Selasa 30 Apri 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, saat makan siang bersama buruh pabrik di Cikupa, Tangerang, Jawa Barat, Selasa 30 Apri 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2019 berlangsung kondusif.

    Baca: May Day 1 Mei, Polisi Kerahkan 26 Ribu Personel Gabungan

    "Paling penting besok pada May Day pada Hari Buruh ya kita berharap perayaan berjalan baik, dengan kegembiraan dan kondusif," kata Jokowi usai meninjau PT KMK Global Sports I, Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa, 30 April 2019.

    Terkait kesejahteraan para buruh, menurut Jokowi, yang terpenting mereka bisa meningkatkan produktivitas melalui re-skilling dan upskilling. "Sehingga kalau sudah produktif, perusahaan itu menggaji lebih tinggi itu mampu. Karena produktivitas juga menyangkut produksi berapa yang dihasilkan," katanya.

    Dalam peringatan Hari Buruh, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar acara di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Rabu besok. Peringatan May Day akan dimulai pukul 10.00 WIB. KSPI memperkirakan ada sekitar 50 ribu peserta bakal hadir. Mereka berasal dari DKI, Jawa Barat, dan Banten.

    Baca: KSPI Pastikan Prabowo Hadiri Acara May Day di Senayan

    Ada tujuh tuntutan yang bakal disuarakan dalam peringatan May Day 2019, yakni menolak upah murah, penghapusan sistem outsourcing, mendesak manfaat jaminan kesehatan dan jaminan pensiun ditingkatkan, mendesak TDL (Tarif dasar listrik) dan harga sembako turun, mendesak pendapatan guru, tenaga honorer dan pengendara ojek online ditingkatkan serta mendesak pemerintah menegakkan demokrasi yang jujur dalam pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.