Wagub Jabar Dampingi Wapres Resmikan Gedung Baru RS PMI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian Gedung A (Afiat Center dan Kalla Ballroom) Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor di Jl. Padjajaran No. 80 Kota Bogor, Senin, 29 April 2019.

    Peresmian Gedung A (Afiat Center dan Kalla Ballroom) Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor di Jl. Padjajaran No. 80 Kota Bogor, Senin, 29 April 2019.

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, pada peresmian Gedung A (Afiat Center dan Kalla Ballroom) Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor di Jl. Padjajaran No. 80 Kota Bogor, Senin, 29 April 2019.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong pelayanan rumah sakit yang lebih baik lagi. Menurut dia, pelayanan  merupakan unsur penting selain teknologi. "Karena walau dokter hebat, teknologi maju, tapi kalau perawatnya kurang tersenyum, kurang care, itu tidak akan dikunjungi," kata Jusuf Kalla.

    Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum PMI mencontohkan pelayanan kesehatan di Singapura yang ramai peminat. Meski berobat ke Singapura bukan berarti jaminan untuk sembuh. Namun, banyak orang berobat ke sana karena pelayanan yang lebih baik.

    "Enggak berarti ke Singapura (ada jaminan) sembuh. Kita menganggap hospitality-nya lebih baik, dokternya lebih update, peralatannya lebih baik," katanya.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan PMI sebagai organisasi terdepan dalam bidang sosial kemanusiaan, memberikan manfaat yang tentu dirasakan masyarakat. Khususnya dengan hadirnya RS PMI dan gedung barunya.

    Menurut Uu, kesehatan adalah aspek utama dalam pembangunan. Artinya, Jawa Barat bisa menggapai semua cita-cita pembangunannya kalau indeks kesehatan masyarakatnya baik. Sehingga, masyarakat yang sehat akan lebih profuktif mendorong pembangunan.

    Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus berupaya membangun fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerahnya. Maka hadirnya rumah sakit PMI di Bogor, menjadi salah satu pendukung dalam pemberian layanan kesehatan, yang disebabkan keterbatasan jangkauan pemerintah dalam memberikan pelayanan menyeluruh.

    Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit PMI Bogor dr. Farid W Husain, berharap gedung baru RS PMI Bogor dapat menjawab kebutuhan kesehatan yang bersifat kuratif maupun preventif. Maka pembangunan Grand Afiat merupakan salah satu upaya penunjang berbagai kebutuhan masyarakat masa kini.

    "Grand Afiat rencananya akan menjadi one stop health service and life style yang merupakan latar belakang didirikannya Grand Afiat RS PMI Bogor," katanya.

    Selain itu, akan ada penambahan beberapa spesialis, seperti kedokteran gigi dan sub spesialis seperti fetomaternal, onkologi serta konsulen ginjal, selain klinik khusus seperti klinik tumbuh kembang, klinik perawatan luka dan klinik nyeri.

    Direktur Rumah Sakit PMI, dr Yuliantini, mengatakan pembangunan Grand Afiat merupakan salah satu upaya penunjang berbagai kebutuhan masyarakat. Ke depan, Grand Afiat tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang memerlukan pengobatan karena sakit. Namun juga untuk orang- orang yang ingin mempertahankan kesehatannya.

    Selain sarana penunjang kuratif dan life style, gedung baru seluas 9.721 meter persegi  juga didukung fasilitas lainnya seperti restoran, cafe, bank, minimarket, optik, dan toko perlatan kesehatan. Tak hanya itu, ballroom dengan kapasitas pengunjung lebih dari 700 orang di lantai 4 bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang hendak menggelar acara seperti seminar, rapat koordinasi serta pesta pernikahan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.