Jokowi Buka Peluang Merombak Kabinet

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan tim Tempo Media Grup di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 April 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan tim Tempo Media Grup di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 April 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak menutup kemungkinan akan merombak kabinet sebelum jabatannya berakhir, Oktober mendatang.

    Baca: Hormat Siap Presiden, Adian: Faktanya Jokowi Memang Presiden

    "Ya, bisa saja seperti itu. Bisa saja tidak, he-he-he," ujar Jokowi sambil tertawa dalam wawancara eksklusif bersama wartawan Tempo Budi Setyarso dan Reza Maulana di Istana Bogor, Jumat, 26 April 2019.

    Jokowi tak menampik akan ada perubahan kabinet karena disesuaikan dengan rencana kerja pemerintahan mendatang. "Ya. Mungkin banyak (penyesuaian), wong yang dikerjakan
    sekarang berbeda," ujar dia.

    Calon presiden inkumben itu mengungkapkan, dia tidak ingin mendikotomi profesional dan politikus di kabinet mendatang. "Kita enggak usah mendikotomi profesional dan politikus. Di partai, orang profesional pun banyak," kata Jokowi.

    Kemarin malam, Jokowi mengumpulkan para sekretaris jenderal, juru bicara dan para influencer di Rumah Heritage, Jalan Sam Ratulangi Nomor 46, Menteng, Jakarta pada Ahad, 28 April 2019.

    Agenda tersebut tertutup untuk publik. Wakil sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Verry Surya Hendrawan mengatakan, acara tersebut bagian dari konsolidasi internal TKN pasca pemilihan presiden 2019.

    "Dalam rangka konsilidasi TKN pasca kemenangan kami, membicarakan apa yang akan dilakukan mendatang. Berdasarkan quick count dan real count internal, kami kan sudah menang," ujar Verry saat dihubungi Tempo pada Senin, 29 April 2019.

    Baca: Jokowi Konsolidasi Internal dengan TKN dan Influencer

    Namun, Verry membantah ada pembicaraan soal jatah menteri dalam pertemuan itu. "Belum, kami belum bicara mengenai susunan kabinet dan sebagainya," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.