Jama'ah Yasin Desak Amien Rais Minta Maaf ke Kiai Jawa Timur

Reporter

Amien Rais di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 123 di Dusun Pandean Sari, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Rabu, 17 April 2019.Tempo/Shinta Maharani

TEMPO.CO, Jakarta - Jama'ah Yasin Nusantara mendesak politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta maaf secara terbuka di hadapan para kiai di Jawa Timur sehubungan dengan deklarasi Amien atas kemenangan Prabowo - Sandiaga di Jawa Timur.

Baca:Masyarakat Diyakini Tak Terprovokasi Isu-isu di Pemilu 2019

"Jika dalam waktu 2x24 jam tidak meminta maaf, maka saudara Amien Rais akan kami laporkan ke Bareskrim Mabes Polri." Ketua Umum Jama'ah Yasin Nusantara (Jaya Nusa), Idham Cholid menyampaikan ancamannya melalui keterangan tertulis, Ahad, 21 April 2019.

Idham menilai pernyataan Amien Rais dalam video viral yang berdurasi 1 menit 31 detik itu sebagai kebohongan.

Dalam video itu, Amien Rais menyatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno telah memenangkan Pilpres 2019 di Jawa Timur dengan suara lebih dari 50 persen. Ia menyangkal hasil hitung cepat banyak lembaga survei dan menyebut hasil real count tiga lembaga terakreditasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Keunggulan Prabowo - Sandiaga atas Jokowi -Ma'ruf di Jawa Timur bahkan disebutnya sangat meyakinkan karena terjadi di seluruh wilayah provinsi itu. "Sehingga kita Insyalallah 20 Oktober dilantik Prabowo - Sandiaga, kita bangun kembali negeri ini. Yang salah masuk penjara. Yang tobat diadili tapi tetap hukum ditegakkan," kata Amien Rais.

Baca: Relawan Jokowi Sesalkan Amien Rais Klaim Prabowo Menang di Jatim

Menurut Idham, pernyataan Amien Rais itu mendahului hasil perhitungan suara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini masih berlangsung. Akibatnya, banyak tokoh agama di Jawa Timur yang gelisah dan mengkhawatirkan gejolak masyarakat. "Apalagi saudara Amien Rais juga membuat pernyataan tentang people power jika pasangan 02 kalah. Pernyataan itu jelas sangat membahayakan keutuhan NKRI," kata Idham.

Jama'ah Yasin Nusantara juga meminta Polri mengusut tuntas pernyataan Amien Rais yang diduga telah melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Selain itu, kata Idham, pihaknya juga akan meminta Polri memproses hukum Amien Rais karena pernyataan yang dinilainya provokatif.






Google Bantu US$1,7 Juta untuk Melawan Misinformasi Menjelang Pemilu 2024

2 hari lalu

Google Bantu US$1,7 Juta untuk Melawan Misinformasi Menjelang Pemilu 2024

Sudah lebih dari tujuh tahun Google menjalankan dan mendanai berbagai program untuk redaksi, jurnalis, mahasiswa, orang tua, dan anak sekolah.


Fakta-Fakta Gunung Semeru Meletus: Status Awas hingga 2.000-an Warga Mengungsi

3 hari lalu

Fakta-Fakta Gunung Semeru Meletus: Status Awas hingga 2.000-an Warga Mengungsi

Masyarakat diimbau untuk tak beraktivitas di radius 5 kilometer dari puncak Semeru. Sedikitnya 2.000 warga mengungsi.


Anggota DPR Minta Perpu Pemilu Fokus Akomodasi 3 DOB Papua

10 hari lalu

Anggota DPR Minta Perpu Pemilu Fokus Akomodasi 3 DOB Papua

Draf Perpu sudah dibicarakan dengan KPU, Bawaslu, DKPP, dan Komisi II. Tito menargetkan Perpu Pemilu rampung paling lambat pada Desember.


Berikut Daftar Lengkap Upah Minimum 2023 Enam Provinsi di Jawa, Jakarta Paling Rendah

11 hari lalu

Berikut Daftar Lengkap Upah Minimum 2023 Enam Provinsi di Jawa, Jakarta Paling Rendah

Pemerintah Provinsi telah mengumumkan besaran upah minimum 2023 di masing-masing wilayahnya.


Lima Daerah Bersatu dalam Pertunjukan Tari Gugur Gunung Omah Wulangreh

12 hari lalu

Lima Daerah Bersatu dalam Pertunjukan Tari Gugur Gunung Omah Wulangreh

Pertunjukan tari Nusantara memukau penonton di Usmar Ismail, Jakarta Selatan.


KBRI Gunakan Aplikasi untuk Data WNI di Malaysia

12 hari lalu

KBRI Gunakan Aplikasi untuk Data WNI di Malaysia

KBRI di Kuala Lumpur mulai menggunakan aplikasi KBRIKL APP untuk mendata jumlah dan keberadaan warga negara Indonesia di Malaysia.


Gagal Atasi Endemi Rokok sehingga Perokok Anak Meningkat, Koalisi Sipil Beri Rapor Merah untuk Jokowi - Ma'ruf

13 hari lalu

Gagal Atasi Endemi Rokok sehingga Perokok Anak Meningkat, Koalisi Sipil Beri Rapor Merah untuk Jokowi - Ma'ruf

Menurut Ifdhal Kasim, kabinet Jokowi - Ma'ruf tidak hadir selama ini dalam menangani masalah epidemi rokok di Tanah Air.


Miliki Perdana Menteri Baru, Bagaimana Sistem Pemerintahan di Malaysia?

14 hari lalu

Miliki Perdana Menteri Baru, Bagaimana Sistem Pemerintahan di Malaysia?

Malaysia memiliki sistem pemerintahan yang unik, di mana raja yang akan memerintah dipilih setiap lima tahun sekali.


Fitch Solutions Sebut Investor Bakal Menjauh Sampai Politik di Malaysia Stabil

18 hari lalu

Fitch Solutions Sebut Investor Bakal Menjauh Sampai Politik di Malaysia Stabil

Fitch Solutions memperingatkan instabilitas politik dapat berpengaruh pada sektor investasi di Malaysia, di mana investor bakal bersikap menunggu.


Jubir Wapres Tepis Isu Jokowi - Ma'ruf Amin Renggang: Gorengan Itu Tak Benar

18 hari lalu

Jubir Wapres Tepis Isu Jokowi - Ma'ruf Amin Renggang: Gorengan Itu Tak Benar

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin akhirnya bersua kembali, setelah lebih dari sebulan tidak bertemu dan bertatap muka secara langsung.