Mafindo Sebut Kabar Hoaks Politik Meningkat di Januari

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presidisium Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid (kiri) berbicara dalam diskusi bertajuk

    Presidisium Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid (kiri) berbicara dalam diskusi bertajuk "Negara Darurat Hoax" di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. Mafindo menyatakan hoax makin meningkat setiap tahun. Mafindo mencatat, pada rentang Juli-September 2018, terverifikasi 230 kabar hoax di media sosial. Sebanyak 58,7 persen di antaranya bermuatan politik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebut sepanjang Januari 2019, kabar palsu alias hoaks seputar politik paling banyak merebak. Ketua Komite Penelitian dan Pengembangan Mafindo, Santi Indra Astuti, mengatakan mereka memetakan hoaks bulanan berdasarkan hasil klarifikasi oleh Komite Fact Checker Mafindo yang diunggah di www.turnbackhoax.id.

    Baca: Kasus-kasus Hoaks Seputar Pilpres yang Ditangani Polri pada 2019

    Merujuk dokumen hasil pemetaan yang Tempo terima, sepanjang Januari 2019 terdapat 109 hoaks atau bertambah 21 buah (23,86 persen) dibandingkan Desember 2018. "Jumlah postingan hoaks politik tetap tercatat mendominasi keseluruhan hoaks," kata Santi lewat pesan singkat, Kamis, 14 Maret 2019.

    Pada Januari 2019, Mafindo menemukan hoaks politik sebanyak 58 buah (53,21 persen) disusul hoaks bertopik lain sebanyak 19 buah (17,43 persen), dan hoaks kriminalitas sebanyak 7 buah (6,42 persen).

    Bila dilihat dari komposisinya, sebanyak 40 hoaks pada bulan itu berkaitan dengan para calon presiden 2019. Sementara sisanya tidak membidik para capres tapi tetap berpotensi mengganggu sistem politik dan penyelenggaraan negara.

    Berdasarkan temuan Mafindo, hoaks yang menyerang calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, lebih banyak ketimbang lawannya, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi. Sebanyak 21 hoaks menyerang Prabowo dan 19 menyasar Jokowi. Hoaks yang membidik Prabowo 12 di antaranya bernada negatif sedangkan untuk Jokowi 10 hoaks bernuansa positif.

    Santi menuturkan hoaks politik bisa mengambil isu apa saja. Selain dinamika politik, hoaks politik turut menggunakan isu agama, etnis, bahkan kesehatan.

    Di bulan ini, menurut Mafindo, hoaks yang menggunakan isu dinamika politik sebanyak 28 buah sementara yang memakai konten agama sejumlah 17 buah. "Baik capres 01 maupun 02 sama-sama menjadi korban," kata dia.

    Mafindo menemukan isu dinamika politik lebih banyak menimpa Jokowi (10 buah) dan isu agama lebih banyak menjadi muatan hoaks politik Prabowo (7 buah).

    Simak juga: Polri Sebut Pengusutan Akun @Opposite6890 Masuk Penyidikan

    Sementara hoaks politik dengan isu etnis (2 buah) dan isu industri(1 buah) hanya menimpa Jokowi. Adapun hoaks politik dengan isu gaya hidup (1 buah) dan kependudukan (3 buah) hanya menimpa Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.