Polri Sebut Pengusutan Akun @Opposite6890 Masuk Penyidikan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri meningkatkan status hukum kasus akun @opposite6890 dari penyelidikan ke penyidikan. Akun tersebut mengungkap dugaan keterlibatan Polri dalam memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

    Baca: Polri Dituding Bentuk Tim Buzzer untuk Menangkan Jokowi - Ma'ruf

    "Sekarang kasusnya sudah masuk ke materi penyidikan. Nanti disampaikan perkembangannya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 12 Maret 2019.

    Polri pun mengklaim telah mengantongi identitas pemilik akun @Opposite6890. "Tim dari Direktorat Siber Bareskrim sudah mengindentifikasi pemilik akun @Opposite6890 untuk diproses hukum karena telah menyebarkan propaganda di media sosial," kata Dedi.

    Pemilik akun itu bisa segera ditetapkan sebagai tersangka. Untuk menjerat pelaku penyidik membutuhkan dua alat bukti yang cukup. Seluruh alat bukti yang beredar di media sosial dihitung satu alat bukti. Karena itu, kata Dedi, Polri membutuhkan satu alat bukti lainnya yang bisa memperkuat proses hukum terhadap pemilik akun media sosial Twitter @Opposite6890. "Harus dilengkapi dengan alat bukti yang lain," kata Dedi.

    Akun itu menuding Polri telah membentuk tim buzzer yang terdiri dari 100 orang pada setiap polres di seluruh Indonesia untuk memenangkan Jokowi. Ratusan orang yang saling mengikuti di Twitter, Facebook, dan Instagram itu berinduk pada satu akun utama yakni @alumnishambar. Akun ini mengunggah informasi berisi tudingan pada 5 Maret 2019, sekitar pukul 02.22 WIB. Berikut statusnya: 

    “Setelah Whistleblower mengungkap bahwa Kepolisian adakan pelatihan buzzer. Di mana setiap buzzer harus instal APK Sambhar. Hasil Scan Sambhar keluar Destinasi IP 120.29.226.193. Hasil Scan IP 120.29.226.193 ternyata dimiliki Polri."

    Akun itu juga mengungkap Destination IP Address @Alumnisambhar yakni 120.29.226.193 yang diketahui bernama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Divisi Teknologi Informasi, Jalan Trunojoyo 3, Jakarta Selatan. 

    Simak juga: Identitas Teridentifikasi, Polri Buru Pemilik Akun @opposite6890

    Akun Instagram @Alumnisambhar diketahui hanya mengikuti satu akun yaitu akun resmi Presiden Joko Widodo dan diikuti ribuan akun yang diduga merupakan akun buzzer dari setiap Polres. Sejak terungkap, akun media sosial @Alumnisambhar mendadak hilang dan muncul kembali dengan sedikit pengikuti dan tidak mengikuti akun Instagram Joko Widodo lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.