Kasus-kasus Hoaks Seputar Pilpres yang Ditangani Polri pada 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kampanye hitam

    Ilustrasi kampanye hitam

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus-kasus kabar bohong atau hoaks satu per satu “memakan” dan mengancam pelaku pembuat dan penyebarnya. Yang paling anyar adalah kasus akun @opposite6890 yang sedang dalam penyelidikan. Berikut kasus-kasus hoaks yang ditangani Polri hingga Maret 2019:

    1. Akun @opposite6890

    Akun di Instagram dan Twitter ini menayangkan video yang menyatakan Polri membentuk tim buzzer untuk memenangkan pasangan calon presiden Jokowi - Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019. Tim buzzer itu terdiri dari 100 orang di setiap polres di seluruh Indonesia. Gerakan ini dlakukan secara terorganisir di tingkat polres hingga Mabes Polri untuk memenangkan Jokowi.

    Baca: Identitas Teridentifikasi, Polri Buru Pemilik Akun @opposite6890

    Ratusan orang yang saling mengikuti di Twitter, Facebook, dan Instagram itu berinduk pada satu akun utama yakni @alumnishambar. Akun ini mengunggah informasi berisi tudingan pada 5 Maret 2019, sekitar pukul 02.22 WIB. Berikut statusnya:

    “Setelah Whistleblower mengungkap bahwa Kepolisian adakan pelatihan buzzer. Di mana setiap buzzer harus instal APK Sambhar. Hasil Scan Sambhar keluar Destinasi IP 120.29.226.193. Hasil Scan IP 120.29.226.193 ternyata dimiliki Polri.”

    Akun itu juga mengungkap Destination IP Address @Alumnisambhar yakni 120.29.226.193 yang diketahui bernama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Divisi Teknologi Informasi, Jalan Trunojoyo 3, Jakarta Selatan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.